Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Pendiri LinkedIn, si Kutu Loncat Startup yang Pernah Bertani
    Insight News

    Pendiri LinkedIn, si Kutu Loncat Startup yang Pernah Bertani

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa4 Januari 2023Updated:4 Januari 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Reid Hoffman punya cerita panjang sebelum mendirikan media sosial profesional, LinkedIn. Pria kelahiran Palo Alto California 1957 itu juga pernah berkenalan dengan dunia pertanian.

    Ia belajar bertani saat duduk di bangku SMA, di Putney School, Vermont, Amerika Serikat. Selain ilmu pertanian, dia juga mempelajari teknik pandai besi dan pertukangan di sekolah asrama tersebut.

    Hoffman merupakan lulusan sarjana Sistem Simbolik, gabungan ilmu komputer dan filosofi terapan di Stanford tahun 1990. Ia lalu mengejar gelar master di bidang filsafat dan menyelesaikannya tahun 1993.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Bikin Media Sosial ala Facebook

    Karirnya dimulai dengan bekerja di beberapa perusahaan besar seperti Apple dan Fujitsu. Akhirnya tahun 1997, dia mendirikan perusahaan teknologinya sendiri yakni situs SocialNet.

    Situs pertamanya itu layaknya media sosial yang kita kenal saat ini. Tujuannya untuk terhubung dengan teman maupun menemukan teman kencan, dikutip Business Insider, Selasa (3/1/2023).

    SocialNet bertahan selama dua tahun hingga1999. Ini dikarenakan situs tersebut hadir terlalu cepat dari eranya. Selain itu, Hoffmann juga kurang berpengalaman dalam menjalankan bisnis.

    Pada Desember 1998, dia bertemu lagi dengan sahabat lamanya, Peter Thiel, yang mengajaknya bergabung dengannya startup pembayaran online Paypal. Hoffman bergabung menjadi anggota dewan pendiri dan bergabung penuh tahun 2000.

    Paypal akhirnya dibeli eBay tahun 2002 senilai US$1,5 miliar (setara Rp 23 miliar). Uang dari perusahaan itu akhirnya digunakan Hoffman untuk melanjurkan idenya soal jejaring sosial.

    Dia mengajak empat teman dan mantan koleganya saat itu. Tahun 2002 tercatat sebagai munculnya LinkedIn.

    Bertemu Mark Zuckerberg, Jadi Investor AirBnB

    Setelah membangun LinkedIn, tahun 2004 dia bertemu dengan Mark Zuckerberg. Saat itu Zuckerberg menawarinya untuk bergabung dengan Facebook atau layanan transfer file Wirehog.

    Akhirnya, Hoffman dan Thiel sepakat menjadi investor pertama Facebook. Keduanya juga menjadi penasehat Zuckerberg selama 15 tahun.

    “Saya belajar banyak dari yang dia lakukan,” ucap Hoffman.

    Tahun 2009, dia menambah kesibukannya dengan menjadi mitra perusahaan modal ventura Greylock. Di sanalah dia membuat kesepakatan sangat menguntungkan dengan Airbnb.

    Di LinkedIn sendiri, Hoffman menjabat sebagai CEO hanya empat tahun. Dia melepas kursinya tahun 2007, namun tetap sebagai chairman.

    Kursi CEO LinkedIn akhirnya dihuni Dan Nye. Setahun kemudian jabatan itu diberikan pada Jeff Weiner hingga sekarang.

    LinkedIn kini menjadi bagian dari Microsoft. Microsoft mengakuisisi LinkedIn dalam kesepakatan senilai US$26,2 miliar (Rp 408 triliun) pada akhir 2016, yang menempatkan Hoffman sebagai salah satu komisaris di Microsoft.

    Menurut Forbes, kini kekayaan Hoffman mencapai US$1,8 miliar (Rp 28 triliun). Selain dari LinkedIn, harta Hoffman juga berasal dari buah investasinya di Airbnb yang telah menjadi perusahaan publik pada Desember 2020.

    [Dexpert.co.id]

    (tib)


    High Technology Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.