Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Pendiri Binance Tak Boleh Pulang, Saham Rp 71,24 Triliun Ditolak
    Insight News

    Pendiri Binance Tak Boleh Pulang, Saham Rp 71,24 Triliun Ditolak

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa25 Januari 2024Updated:25 Januari 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, CNBC Indonesia – Hakim federal Amerika Serikat menolak permintaan Changpeng Zhao untuk pulang ke rumah. Tawaran jaminan senilai US$ 4,5 miliar (Rp 71,24 triliun) dari pendiri Binance tersebut ditolak.

    Zhao yang dikenal sebagai CZ, mengajukan permintaan bepergian untuk pulang ke rumahnya di Uni Emirat Arab. Alasannya, ia harus menemani “seorang di dalam hidupnya” yang dirawat di rumah sakit dan menanti operasi bedah.

    Supaya diberikan izin untuk pulang ke Timur Tengah, CZ menawarkan jaminan senilai Rp 71,24 triliun dalam bentuk saham. Namun, permintaannya ditolak hakim Richard Jones.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Zhao sudah mengaku bersalah di depan hakim pada November atas tuduhan pelanggaran aturan anti-pencucian uang. Ia juga sudah bersedia untuk mundur dari Binance. Binance sendiri setuju untuk membayar denda US$ 4,3 miliar di kasus yang sama.

    Pembacaan putusan atas CZ dijadwalkan pada 23 Februari 2024. Ia masih bebas dengan uang jaminan US$ 175 juta tetapi dilarang meninggalkan wilayah Amerika Serikat sampai pembacaan putusan.

    Pengacara CZ mengajukan permintaan izin ke hakim agar pria kelahiran Kanada tersebut bisa berkunjung ke Abu Dhabi selama 1-4 pekan. Nama “orang dekat” yang dirawat di rumah sakit sengaja dihitamkan dalam dokumen pengadilan yang dirilis ke publik.

    Jones pada awal Desember juga sempat menolak permintaan Zhao untuk pulang ke UEA. Menurut hakim, kekayaan CZ, membuat dirinya berisiko tinggi untuk kabur.

    “Tergugat memiliki kekayaan yang luar biasa dan properti di negara lain yang tidak punya hubungan dengan AS. Keluarganya tinggal di UEA dan ia punya status khusus di UEA. Karena itu, pengadilan menilai tergugat tidak punya bukti yang jelas dan meyakinkan bahwa ia tidak akan kabur setelah diizinkan terbang ke UEA.



    Artikel Selanjutnya


    Dihabisi Amerika, Binance Diancam Denda Rp 61,8 Triliun

    (dem/dem)


    Smart your life Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.