Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Pendaki Everest Kini Wajib Bawa Turun Kotoran Sendiri
    Inspiring You

    Pendaki Everest Kini Wajib Bawa Turun Kotoran Sendiri

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman23 Maret 2024Updated:23 Maret 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Buang air menjadi tantangan bagi mereka yang mendaki titik tertinggi di bumi, Gunung Everest. Dan, ini akan menjadi lebih rumit karena otoritas setempat akan menerapkan protokol baru soal buang air kecil dan besar mulai bulan depan

    Mengutip The Guardian, pendaki Everest diwajibkan untuk membuang kotoran mereka sendiri saat melakukan perjalanan naik dan turun gunung.

    Polusi dari kotoran manusia di Everest telah menjadi masalah selama bertahun-tahun. Sebagai tanggapannya, pada musim ini pihak berwenang membuat aturan bahwa para pendaki harus membuang kotoran mereka dari gunung menggunakan tas yang dapat terbiodegradasi.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Seorang pejabat di kota pedesaan Pasang Lhamu, salah satu otoritas yang bertanggung jawab atas sisi gunung Nepal, mengatakan ini adalah perubahan peraturan yang permanen.

    “Dengan mewajibkan penggunaan kantong kotoran yang dapat terurai secara hayati, kami berharap dapat memulai perubahan positif yang signifikan dan melindungi situs warisan dunia ini dari kerusakan lebih lanjut yang disebabkan oleh polusi kotoran manusia,” tulis ketua kotamadya Mingma Sherpa melalui email.

    “Ini akan menjadi aturan permanen mulai Everest Summit musim depan,” imbuhnya.

    Salah satu pendaki yang akan menjalankan ekspedisi ke Everest, Allan Cohr, mengaku telah diberikan rincian tentang bagaimana peraturan tersebut.

    “Mereka memberi setiap pendaki sejumlah tas, jadi itu adalah tas pembentuk gel pengentasan sampah. Bahan-bahan tersebut memiliki komposisi kimia yang mengeraskan tinja dan menghilangkan bau,” kata Cohr.

    “Mereka membagikannya kepada semua pendaki dan semua Sherpa, Anda menggunakan tas-tas itu di Kamp I, Kamp III dan Kamp IV atau di lokasi lain mana pun yang harus Anda tuju dan pemahaman saya adalah bahwa semuanya dikumpulkan di Kamp II dan diterbangkan keluar,” jelasnya.

    “Mereka mengatakan akan memeriksa tas-tas itu, apakah mereka melakukan itu, saya tidak tahu,” sambungnya.

    Sebelumnya, pendaki diharapkan menggali lubang sebagai cara membuang kotoran mereka.

    Asosiasi Pendaki Gunung Nepal, yang dapat mengeluarkan izin bagi para pendaki, belum memperbarui panduannya. Situs webnya meminta orang-orang untuk buang air besar di lubang-lubang kecil yang ditutup dengan salju setelah digunakan.

    Jamban sementara yang digunakan wajib digali sedalam minimal 20 cm. Jika pendaki tidak mampu menggali lubang, maka asosiasi meminta agar kotoran manusia dibiarkan terkena sinar matahari dengan cara ini pembusukan akan lebih cepat terjadi.

    (dce)


    Innovation Selalu Semangat
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.