Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Pencipta League of Legends PHK 530 Orang, Industri Game Babak Belur
    Insight News

    Pencipta League of Legends PHK 530 Orang, Industri Game Babak Belur

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa23 Januari 2024Updated:23 Januari 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Riot Games mengumumkan rencana pemutusan hubungan kerja (PHK) atas 530 orang karyawan. Jumlah tersebut setara dengan 11 persen dari seluruh pegawai perusahaan milik Tencent Holdings tersebut.

    Jumlah karyawan yang dipecat setara dengan 11 persen dari seluruh karyawan perusahaan pemilik game Valorant dan League of Legends itu di seluruh dunia.

    Pengumuman rencana PHK diketahui publik lewat blog di situs resmi perusahaan yang disertai dengan surat dari CEO Dylan Jadeja kepada seluruh karyawan. Divisi Riot Games yang paling banyak terdampak adalah tim di luar unit pengembangan game.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Perusahaan penerbit game digital, menurut Reuters, sedang menghadapi tantangan perlambatan pertumbuhan bisnis. Inflasi yang tinggi membuat kantong konsumen menipis sehingga memilih menunda pembelian game mahal atau bermain lebih sedikit judul game. Pada awal tahun lalu, Electronic Arts juga memangkas 6 persen dari total pegawainya serta melepas sebagian ruang kantor mereka.

    “Saat ini, kita adalah perusahaan tanpa fokus yang tajam. Sederhananya, kita punya terlalu banyak hal yang sedang dikerjakan. Beberapa investasi signifikan kita, hasilnya tidak sesuai harapan. Beban makin tumbuh ke titik yang tidak sustainable,” kata Jadeja dalam suratnya kepada karyawan.

    Riot akan fokus ke portofolio game mereka yang sudah tersedia yaitu League of Legends, Valorang, Teamfight Tactics, dan Wild Rift.

    Pengembangan game baru di divisi yang disebut sebagai Riot Forge dihentikan dana beberapa fitur dan karyawan yang bekerja di Legends of Runeterra dilepas.

    Tencent, raksasa teknologi China, mengakuisisi Riot Games pada 2011. Selain Riot Games, Tencent juga memiliki saham di Epic Games yaitu perusahaan pengembang game Fortnite.



    Artikel Selanjutnya


    Apple Ketar-Ketir, Bisa Rugi Besar Gara-Gara Aplikasi Ini

    (dem/dem)


    Hitech for better life Mind your business
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.