Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Penampakan Ngeri Bumi Terbelah Benua Afrika Terpecah Jadi 2
    Insight News

    Penampakan Ngeri Bumi Terbelah Benua Afrika Terpecah Jadi 2

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa17 Maret 2023Updated:19 Maret 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Penampakan mengerikan terlihat di wilayah Afrika. Berita viral ini tersebar sejak 2018 dan menyebutkan benua itu akan terbelah menjadi dua.

    Namun IFL Science melaporkan fenomena tersebut hanya kejadian sangat terlokalisasi dari aktivitas peretakan rutin lembah. Fenomena tersebut dikaitkan dengan Sistem Rift Afrika Timur (EARS), dikutip Jumat (17/3/2023).

    EARS merupakan salah satu keretakan terbesar di dunia yang membentang ke bawah selama ribuan kilometer. Retakan itu melewati beberapa negara Afrika, termasuk Ethiopia, Kenya, Republik Demokratik Kongo, Uganda, Rwanda, Burundi, Zambia, Tanzania, Malawi, dan Mozambik.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Rift pada akhirnya membagi Afrika menjadi dua pelat yakni Somalia yang lebih kecil dan pelat Nubia yang lebih besar. Menurut sebuah laporan tahun 2004, keduanya saling tarik menarik dengan lajur milimeter super siput-swan per tahun.

    Proses terbelahnya benua Afrika itu bakal terjadi sangat lama yaitu hingga jutaan tahun.

    EARS dilaporkan telah terbentuk setidaknya selama sekitar 25 juta tahun lalu. Celah di Kenya disebut sebagai ‘bisikan’ yang terjadi di Afrika.

    Namun dalam 5-10 juta tahun lagi, proses EARS dapat mengubah dunia. Saat itu akan terlihat bentangan laut baru antara lempeng Somalia dan Nubia dan Afrika akan kehilangan bagian timur dan di sana akan terpotong dengan sebuah lautan yang luas.

    Namun perlu diingat, permukaan Bumi berada dalam keadaan fluks yang konstan. Ini membuatnya sangat lambat, jadi manusia akan merasakan perubahannya.

    [Gambas:Youtube]


    High Technology Insight for you
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.