Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Pemilu 2024 Bisa Kacau Jika Teknologi Baru Ini Dibiarkan Liar
    Insight News

    Pemilu 2024 Bisa Kacau Jika Teknologi Baru Ini Dibiarkan Liar

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa24 Mei 2023Updated:28 Mei 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Jelang pemilu tahun depan, masyarakat hingga pemerintah perlu bersiap menghadapi ancaman baru. Bukan lagi terkait ancaman di dunia nyata, melainkan ada risiko dari teknologi di dunia maya.

    Kekhawatiran soal kacaunya pemilu pernah diungkapkan oleh CEO OpenAI, Sam Altman belum lama ini. Menurutnya kecerdasan buatan (AI), teknologi yang juga membangun platform buatan OpenAI bernama ChatGPT, berpotensi mengganggu integritas pemilu.

    “Saya cemas,” katanya merespons pertanyaan soal pemilu dan AI, di depan Senat AS, dikutip dari Reuters, Rabu (24/5/2023).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Altman juga mendorong pemerintah untuk meregulasi AI. Dengan begitu bisa membangun kepercayaan masyarakat selama pemilu berlangsung.

    Seperti Indonesia, Amerika Serikat (AS) juga tengah bersiap menggelar pemilihan presiden tahun 2024 mendatang. Tensi musim pemilu pun juga mulai meninggi melihat banyaknya konten viral di media sosial terkait tokoh politik negara tersebut.

    “Soal pemilu, misalnya, saya sempat melihat foto mantan Presiden Donald Trump diborgol oleh polisi New York dan itu viral di media sosial,” kata senator AS, Mazie Hirono. Dia juga bertanya bahaya berita bohong di pemilu pada Altman.

    Altman sendiri menekankan kreator yang menggunakan AI perlu mengungkapkan gambar yang diciptakan bukan foto asli. Sebelumnya dia juga pernah mengatakan pemerintah AS harus mempertimbangkan penerbitan izin dan kewajiban uji coba untuk perusahaan atau individu untuk mengembangkan model AI.

    Seluruh model AI yang dapat digunakan untuk persuasi dan manipulasi juga diminta harus memiliki izin. Hasil karya tersebut dapat ditolak baik oleh perusahaan maupun individu, dengan datanya digunakan untuk melatih komputer AI. Altman menambahkan data yang ada di internet seharusnya dapat digunakan oleh siapapun.

    Saat ini, ChatGPT, robot chat yang ditenagai kecerdasan buatan milik Open AI bisa bebas digunakan di RI. Google juga telah meluncurkan Bard, yang punya kemampuan serupa.

    Selain robot chat, platform kecerdasan buatan yang bisa menciptakan foto rekayasa dan meniru suara tokoh politik juga bisa diakses.



    Innovation Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.