Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Pemilik Shopee Untung Gede, 3 Bulan Raup Rp 6,5 Triliun!
    Insight News

    Pemilik Shopee Untung Gede, 3 Bulan Raup Rp 6,5 Triliun!

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa9 Maret 2023Updated:9 Maret 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Sea Limited akhirnya berhasil meraih profit. Ini menjadi kali pertama bagi perusahaan induk usaha Shopee itu membukukan untung sejak berdiri pada 2019.

    Sea Ltd, perusahaan yang sahamnya diperdagangkan di bursa New York, melaporkan laba bersih US$ 422,8 juta (Rp 6,5 triliun) sepanjang kuartal IV/2022. Pada periode yang sama tahun lalu, Sea melaporkan rugi US$ 616,3 juta.

    Keberhasilan induk usaha Shopee dan Garena tersebut adalah pemangkasan biaya penjualan dan pemasaran sebesar US$ 746 juta. Biaya penunjang pendapatan juga menyusut US$ 157 juta.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Profit yang didapat membuat investor berburu saham Sea sehingga harganya naik 21,78% sepanjang perdagangan Selasa.

    “Upaya pemangkasan biaya termasuk pembekuan gaji dan penurunan jumlah pegawai memberikan saham Sea dorongan,” kata Jonathan Woo, dari Phillip Securities, seperti dikutip CNBC International pada Kamis (9/3/2023).

    Woo menyatakan Shopee bakal terus menjadi mesin pendapatan utama Sea.

    Sementara itu, Sea masih akan menghadapi risiko makro ekonomi serta perlambatan pertumbuhan GMV yang menyulitkan perusahaan asal Singapura tersebut mencetak laba tahunan.

    CEO Sea Ltd Forrest Li mengatakan tahun 2022 adalah tahun evolusi bagi Sea, yang memiliki tiga bisnis utama yaitu gim (Garena), ecommerce (Shopee), dan fintech (SeaMoney).

    “Ketidakpastian makroekonomi membuat kami secara tegas mengubah fokus ke efisiensi dan profitabilitas. Hasilnya, kami melihat perkembangan signfikan di bottom line,” kata Li.

    Shopee juga mencatatkan EBITDA yang positif untuk pertama kalinya sejak berdiri, yaitu US$ 196,1 sepanjang kuartal IV/2022. Perusahaan ecommerce tersebut membukukan perkembangan signifikan di pos pendapatan dan biaya operasional.

    EBITDA positif menunjukkan bahwa operasi perusahaan telah menghasilkan profit, tetapi belum memperhitungkan beban bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi.

    “Di pasar Asia, kami terus berupaya untuk memperkuat posisi kami sebagai pemimpin sekaligus mengejar profitablitas. Di Brasil, kami fokus mendorong profitablitas,” kata Li.



    Hitech for better life Insight for you
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.