Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Pelopor HP Lipat Bangkrut, Tak Bisa Bayar Utang
    Insight News

    Pelopor HP Lipat Bangkrut, Tak Bisa Bayar Utang

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa29 November 2024Updated:30 November 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Salah satu pelopor ponsel layar lipat di dunia, Royole Technologies, telah menyatakan kebangkrutan. Meskipun awalnya memimpin dan memiliki produk yang inovatif, perusahaan ini mengalami kesulitan keuangan yang menyebabkannya harus gulung tikar.

    Sebuah pengumuman dari Pengadilan Rakyat Menengah Kota Shenzhen menyatakan bahwa, berdasarkan investigasi terhadap aset dan kewajiban Royole Technologies saat ini, dapat ditentukan bahwa perusahaan tidak dapat membayar utangnya pada saat jatuh tempo dan asetnya tidak cukup untuk menutupi semua utang.

    Oleh karena itu, pengadilan memutuskan pada tanggal 18 November untuk menyatakan Royole Technology bangkrut, demikian dikutip dari Digitimes Asia, Jumat (29/11/2024).

    Hal ini menandai berakhirnya pemain utama di pasar teknologi layar yang dapat dilipat, terutama mengingat Royole menjadi pelopor di bidang ini.

    Pada 7 Juni, Pengadilan Rakyat Menengah Kota Shenzhen memutuskan untuk menerima kasus likuidasi kebangkrutan Royole Technologies, dan dua anak perusahaannya yakni Royole Display Technology, dan Royole Electronics Technology, yang diajukan pada 15 Mei.

    Didirikan pada 2012 oleh CEO Bill Liu, Royole Technologies, pencapaian mereka yang paling signifikan adalah pengembangan smartphone lipat komersial pertama di dunia, FlexPai, yang diluncurkan pada 2018 dan mulai diproduksi secara massal pada 2019.

    Perangkat ini memiliki fitur layar yang sepenuhnya fleksibel yang dapat dilipat menjadi bentuk yang ringkas atau dibentangkan menjadi layar seukuran tablet.

    Pada 2020, Royole Technologies menduduki peringkat ke-12 dalam daftar China New Economy Unicorn 200, dengan nilai valuasi sebesar US$6 miliar. Perusahaan ini telah mencoba untuk mendaftar di STAR Market tetapi menarik aplikasi pendaftarannya pada Februari 2021.

    Meskipun Royole adalah yang pertama memasarkan ponsel yang dapat dilipat, Royole belum mendapatkan popularitas yang sama dengan model-model yang lebih baru dari perusahaan-perusahaan seperti Samsung dan Huawei.

    Namun, masuknya awal mereka ke pasar dan inovasi berkelanjutan dalam teknologi layar fleksibel telah memantapkan posisi mereka sebagai pemain kunci dalam industri perangkat yang dapat dilipat.

    (fab/fab)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Peran Teknologi Robotik & AI Dukung Industri 4.0 Indonesia




    Next Article



    Akhirnya, Ini Bocoran Tanggal Rilis iPhone Lipat



    Innovation Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.