Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Pegawai Pemilik TikTok Salah Masuk Grup Chat, Amerika Heboh
    Insight News

    Pegawai Pemilik TikTok Salah Masuk Grup Chat, Amerika Heboh

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa19 Maret 2024Updated:20 Maret 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, CNBC Indonesia – Seorang peneliti kecerdasan buatan (AI) yang bekerja di ByteDance, induk usaha TikTok, diajak bergabung ke grup chat ahli keselamatan AI Amerika Serikat. Peristiwa ini membuat heboh karena TikTok saat ini sedang disorot karena dituding menjadi alat pemerintah China untuk memata-matai warga AS.

    Institut Standar dan Teknologi Nasional AS (NIST) mengakui bahwa ada kesalahan dalam proses mengundang ahli teknologi AI ke grup diskusi di dalam platform Slack. Seharusnya, isi grup chat tersebut adalah para ahli yang tergabung dalam Konsorsium Institut Keselamatan AI Amerika Serikat.

    Lewat email kepada Reuters, NIST menjelaskan bahwa peneliti karyawan ByteDance diundang sebagai sukarelawan ke grup chat oleh salah seorang anggota konsorsium.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Ketika NIST sadar bahwa individu tersebut adalah karyawan ByteDance, ia langsung dikeluarkan karena melanggar kode perilaku konsorsium dalam hal misrepresentasi,” tulis email dari NIST.

    Menurut Reuters, peneliti karyawan ByteDance yang salah diundang berdomisili di California. Baik sang karyawan maupun ByteDance tidak merespons permintaan konfirmasi dari Reuters.

    Narsumber yang mengetahui peristiwa salah undang tersebut bercerita bahwa para anggota grup chat lainnya bingung karena ByteDance bukan anggota konsorsium dan TikTok sedang disorot oleh publik dan politisi AS. TikTok dituding menyediakan jalan belakang (backdoor) sehingga China bisa memata-matai atau memanipulasi warga AS secara besar-besaran.

    Pekan lalu, wakil rakyat AS di House of Representative mengesahkan UU yang memaksa ByteDance untuk menjual TikTok atau aplikasi video pendek tersebut diblokir di AS. UU tersebut masih harus melalui proses di Senat dan ditandatangani oleh Presiden AS Joe Biden, sebelum berlaku efektif.

    AI Safety Institute sendiri adalah badan yang bermisi untuk mengkaji risiko program AI mutakhir. Institut tersebut beroperasi di bawah NIST dengan anggota pendiri ratusan perusahaan teknologi besar AS, universitas, startup AI, organisasi non-pemerintah, dan lain-lain.

    Salah satu proyek yang dikerjakan oleh konsorsium tersebut adalah panduan penggelaran program AI yang aman dan membantu peneliti AI untuk menemukan dan memperbaiki celah keamanan di model buatan mereka.



    Innovation Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.