Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»PDNS Diserang, Pakar Bilang Cloud Lokal dan Asing Sama Saja
    Insight News

    PDNS Diserang, Pakar Bilang Cloud Lokal dan Asing Sama Saja

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa1 Juli 2024Updated:1 Juli 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Serangan Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) yang terjadi beberapa waktu lalu menyoroti penggunaan cloud lokal. Wakil Ketua Tim Insiden Keamanan Internet dan Infrastruktur Indonesia (ID-SIRTII), Muhammad Salahuddien Manggalany buka suara soal hal tersebut.

    Menurutnya, serangan atas PDNS tidak menggambarkan perbedaan antara penyedia cloud lokal dan asing. Ia menilai layanan cloud yang disediakan oleh lokal sama hebatnya dengan pemain asing.

    Dalam insiden Pusat Data Nasional, perbedaannya adalah sistem cloud yang dgunakan. Dia menjelaskan penyedia layanan cloud punya dua sistem yang ditawarkan yakni managed operations dan managed services.

    Managed operations akan menyediakan infrastruktur saja, sedangkan managed services adalah penyedia layanan cloud yang juga mengelola rutin data termasuk backup dari penyewa layanan.

    Didien melihat akar permasalahan terjadinya serangan ransomware karena pelaksanaan perawatan data termasuk backup data diserahkan ke tim PDNS dan setiap tenant dari Kementerian/Lembaga dan pemerintah daerah.

    “Jadi kalau aneka fitur dan fasilitas backup tadi tidak diaktifkan atau tidak dikonfigurasi dengan benar, ya terjadilah insiden seperti sekarang ini,” jelasnya, dikutip Senin (1/7/2024).

    Hasilnya, meski teknologi cloud yang digunakan mumpuni, tidak dengan implementasinya. Dia menilai pada sistem “hanya sewa” terbukti tak ada redudansi dan tidak pernah diuji kemampuan.

    Dia juga menjelaskan bahwa tidak ada SOP mitigasi yang sesuai dengan standar. Jadi selama sebelum serangan terjadi, tidak ada backup yang memadai atau tidak berfungsi dengan maksimal.

    “Karena kontrak ke vendor cloud dan jaringan hanya untuk sewa barang [infrastruktur] saja, tidak termasuk pengelolaan operasionalnya. Alias semua pengelolaan dilakukan sendiri oleh tim PDNS dan tenant. Vendor hanya jadi engineer panggilan technical support saja,” kata Didien.

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Pusat Data Nasional Diserang, Pelaku Minta Tebusan Rp131 Miliar





    Next Article



    RI Diserang Ransomware, Layanan Pemerintah Berangsur Pulih



    (dem/dem)

    Insight for you Mind your business
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.