Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»PBB Ungkap Petaka Besar di Asia Tenggara Gara-gara Telegram
    Insight News

    PBB Ungkap Petaka Besar di Asia Tenggara Gara-gara Telegram

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa8 Oktober 2024Updated:8 Oktober 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) mengungkapkan aktivitas jaringan kriminal kuat di Asia Tengara. Mereka disebut menggunakan aplikasi Telegram untuk melakukan kejahatan.

    Laporan itu mengungkapkan mereka melakukan peretasan pada sejumlah data termasuk detail kartu kredit, password dan riwayat browser. Nantinya data-data tersebut dijual dalam skala besar di aplikasi dengan sedikit moderasi.

    Alat yang digunakan untuk mengelabui korban antara lain perangkat lunak deepfake dan malware pencuri data. Sementara itu, untuk pencucian uang menggunakan bursa kripto.

    Mereka menemukan banyak uang yang berhasil dicuri dari peretasan. “Kami memindahkan 3 juta USDT (Rp 46 miliar) yang dicuri dari luar negeri per hari,” kata laporan dari Kantor PBB untuk Narkoba dan Kejahatan (UNODC), dikutip dari Reuters, Selasa (8/10/2024).

    Laporan itu menambahkan temuannya menjadi bukti kuat jika pasar ilegal itu beralih ke Telegram. PBB menyebutkan pihaknya terus menargetkan kelompok kejahatan di wilayah Asia Tenggara.

    Wakil Perwakilan UNODC, Benedikt Hofmann buka suara soal kejahatan di Telegram. Aplikasi pesaing WhatsApp disebutnya sebagai tempat yang mudah dijelajahi para penjahat.

    Dengan kejahatan yang merajalela di Telegram, konsumen tidak bisa tenang. Sebab risiko data mereka dicuri oleh para pelaku kejahatan.

    “Untuk konsumen, artinya data mereka berisiko lebih tinggi untuk digunakan dalam penipuan atau aktivitas kriminal lain dari sebelumnya,” ujarnya.

    Telegram memang sudah lama dikenal sebagai salah satu sarang kejahatan berbasis online. Ini terjadi di berbagai belahan dunia.

    Korea Selatan dilaporkan melakukan penyelidikan pada Telegram terkait kejahatan seks online. Negara itu diketahui menjadi sasaran pornografi deepfake terbanyak.

    Di India peretas melakukan kejahatannya dengan menggunakan chatbot di Telegram. Yakni untuk membocorkan data perusahaan asuransi asal India bernama Star Health.

    Terkait deepfake, laporan UNODC menyebutkan mengidentifikasi lebih dari 10 penyedia layanan software. Asalnya dari kelompok kriminal berbasis siber yang juga berasal dari Asia tenggara.

    (fab/fab)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Waduh! CEO Telegram Ditangkap, Data Kita Aman?





    Next Article



    Aplikasi Pengganti WhatsApp Makin Diminati, Ternyata Ini Alasannya



    Mind your business Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.