Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Pasukan Robot Xi Jinping Makin Banyak, Joe Biden Bisa Keok
    Insight News

    Pasukan Robot Xi Jinping Makin Banyak, Joe Biden Bisa Keok

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa6 September 2023Updated:6 September 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – China mulai menyalip Amerika Serikat di sektor teknologi kecerdasan buatan (AI/Artificial Intelligence). Lebih dari 70 model bahasa AI dengan lebih dari 1 miliar parameter telah dirilis di negara tersebut.

    Hal itu diungkapkan oleh CEO Baidu Inc Robin Li. Perusahaannya juga ikut dalam peluncuran chatbot AI yang dilakukan minggu lalu, dikutip Reuters, Rabu (6/9/2023).

    Selain Baidu, ada juga perusahaan facial recognition SenseTme dan startup AI Baichuan Intelligent Technology, Zhipu AI, dan Minimax. Semuanya telah mengantongi izin peluncuran pasar secara massal.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Robin Li menjelaskan Ernie 3.5, chatbot AI milik Baidu, memiliki kecepatan pemrosesan dua kali lipat dari sebelumnya. Peningkatan chatbot ini mencapai 50%.

    Chatbot Ernie versi terbaru juga akan segera dirilis dalam waktu dekat, ungkap Robin Li.

    Langkah terbaru China ini seakan ingin mengalahkan AS dalam perang teknologi. Kedua negara tersebut diketahui terlibat perang teknologi sejak beberapa tahun lalu.

    Baik China dan AS berusaha saling mengalahkan dan menumbangkan satu sama lain. Misalnya dengan memutus perkembangan teknologi lawannya.

    Salah satunya dilakukan AS. Negara yang dipimpin Joe Biden itu kerap melontarkan teknologi China berbahaya bagi masyarakat AS.

    AS juga terus memperketat jalur pertumbuhan teknologi China. Yakni dengan memblokir teknologinya dari AS dan negara sekutu.

    Satu perusahaan yang jadi korban adalah Huawei. Saat kepemimpinan Donald Trump, perusahaan dimasukkan dalam daftar hitam AS.

    Daftar itu akhirnya melumpuhkan bisnis smartphone Huawei di global. Ponsel tersebut tidak bisa lagi menggunakan Android dan akhirnya mengembangkan sistem operasi sendiri bernama HarmonyOS.



    Artikel Selanjutnya


    Terungkap! Alasan Biden Ogah Undang Bos Facebook Bahas AI

    (npb/npb)


    Techno for life Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.