Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Pasien Omicron Bisa Sembuh Tanpa ke RS, Pakai Obat Warung?
    Insight News

    Pasien Omicron Bisa Sembuh Tanpa ke RS, Pakai Obat Warung?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa10 Februari 2022Updated:10 Februari 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Pasien omicron disebut punya gejala yang ringan dan mirip flu. Sebenarnya obat flu bisa dibeli di mana saja tanpa harus menggunakan resep dokter atau dijual bebas yang kita kenal sebagai obat warung.

    Namun pertanyaannya, apakah bisa pasien omicron mengatasinya dengan mengonsumsi obat warung? Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kementerian Kesehatan, dr Siti Nadia Tarmizi mengatakan penggunaan obat warung hanya untuk menghilangkan gejala saja.

    “Itu hanya menghilangkan gejala saja ya,” jelas Siti Nadia kepada CNBC Indonesia belum lama ini.

    Dalam laporan Desember 2021, Centers for Disease Control and Prevention atau CDC di Amerika Serikat (AS) menjabarkan gejala yang timbul akibat omicron. Mulai dari batuk (89%), fatigue (65%), hidung tersumbat (rirone) 59%, dan demam (38%).

    Berikutnya ada mual atau muntah (22%), sesak nafas (16%), diare (11%), serta anosmia atau ageusia (8%).

    Sementara itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebutkan pasien omicron bisa sembuh tanpa perlu dirawat di rumah sakit. “Perlu saya sampaikan varian omicron dapat disembuhkan tanpa harus ke rumah sakit,” kata Jokowi dalam tayangan youtube Sekretariat Presiden, dikutip Kamis (10/2/2022).

    Jokowi mengatakan pasien yang terinfeksi varian hanya perlu melakukan isolasi mandiri di rumah. Serta juga mengonsumsi obat dan multivitamin sebagai upaya memperkuat imunitas.

    “Dan segera tes kembali setelah 5 hari,” kata Jokowi.

    Bagi masyarakat yang terinfeksi dan memiliki gejala ringan atau tanpa gejala (OTG) pemerintah juga menyiapkan layanan telemedisin dan obat-obatan gratis. Terdapat dua paket obat bergantung pada keadaan pasien.

    Paket A untuk pasien OTG akan diberikan multivitamin C, B, E, dan Zinc. Dosisnya 1×1 berjumlah 10 hari dan peruntukannya semua umur.

    Paket B diperuntukkan bagi pasien bergejala ringan. Ini berisi Multivitamin C, B, E, dan Zinc dosis 1×1 jumlah 10, serta Favipiravir 200 mg berisi 40 kaplet.
    Ada juga Molnupiravir 200 mg, dengan dosis 2×4 tab sekitar 1-5 hari dan jumlah 40, Parasetamol tab 500 mg, dosis dituliskan jika diperlukan dan jumlah 10.

    [Dexpert.co.id]

    (npb/roy)



    Innovation Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.