Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Pasar HP Melempem, Huawei Malah Nanjak Tanpa Android!
    Insight News

    Pasar HP Melempem, Huawei Malah Nanjak Tanpa Android!

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa30 Januari 2023Updated:30 Januari 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Setelah sempat terpuruk akibat sanksi Amerika Serikat (AS), Huawei mulai bangkit kembali di pasar smartphone. Pengiriman ponselnya mengalami peningkatan meski tanpa Android dan di saat bersama pasar HP China yang tengah melempem.

    Sebelum sanksi, Huawei menjadi salah satu raksasa China yang mendominasi pasar. Namun keadaan berbalik setelah sanksi diberikan, perusahaan tak bisa bersaing di negara asalnya apalagi di pasar global.

    Tahun lalu ternyata jadi waktu terbaik untuk Huawei dengan pengirimannya mengalami kenaikan 15%. Ini terjadi untuk pertama kalinya setelah sanksi diberikan dan tanpa pengapalan HP 5G.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Huawei pulih dari basis rendahnya tahun 2021, meningkat 15% yoy di Q4. Namun merek itu belum mengirimkan perangkat 5G, yang menjadi fokus utama untuk prospek penjualannya,” dikutip dari Gizchina, Senin (30/1/2023).

    Pada 2021, pangsa pasar Huawei di China tercatat 7%. Kemudian naik menjadi 9,5% pada Q4-2022, Gizchina mencatat ini menjadi peningkatan terbesar untuk perusahaan.

    Pertumbuhan positif ini disebut berasal dari peluncuran seri Mate 50 pada Oktober 2022 lalu. Ponsel sangat populer karena spesifikasi yang ditawarkan cukup mumpuni mulai dari kamera, teknologi kaca Kunlun dan HarmonyOS 3.

    Sementara itu, Counterpoint melaporkan penjualan smartphone di China terjun bebas 14% selama 2022. Angka tersebut jadi yang terendah selama satu dekade dan tahun kelima penurunan penjualan di negara tersebut.

    “Hambatan ekonomi makro dan dampak Covid-19 menyebabkan penurunan penjualan,” tulis Counterpoint dalam laporannya.

    [Dexpert.co.id]

    (tib)


    Mind your business Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.