Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Pasar Cloud RI Rp14 Triliun, Industri Ini Paling Susah Pindah
    Insight News

    Pasar Cloud RI Rp14 Triliun, Industri Ini Paling Susah Pindah

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa11 Oktober 2023Updated:12 Oktober 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Layanan cloud semakin berkembang pesat di Indonesia. Bahkan, mengutip data IDC, pertumbuhannya bisa mencapai US$933 juta atau Rp 14,6 triliun tahun ini.

    “Cloud tetap akan meningkat. Dari angkanya itu kalau untuk Indonesia dari IDC US$933 juta. Kalau growth [setiap tahunnya] 20%-30%, tergantung situasi,” kata Direktur Channels and Strategic Partnerships Google Cloud South East Asia, Megawaty Khie ditemui usai UOB Conference 2023, Rabu (11/10/2023).

    Pemicu perkembangan pesat penggunaan cloud Indonesia adalah ekonomi digital. Sebab berdasarkan data dari Google, Temasek, dan Bain & Company, nilai ekonomi digital di Asia Tenggara sendiri tembus US$200 miliar pada tahun lalu.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Saat ditanya soal kepercayaan orang menggunakan cloud, dia meyakini sudah cukup tinggi. Sebab sudah banyak masyarakat yang malas membeli dan menggunakan hardware jadi akhirnya beralih ke cloud.

    “Sangat tinggi sekarang ini, yang pertama orang malas beli hardware lagi. Mereka dulu beli hardware harus pesan. Harus tunggu dua bulan dan positioning,” jelasnya.

    “Lebih gampang implementasi. Kamu ngomong sama saya [menyediakan layanan cloud] sorenya udah ada. Adaptasi meningkat,” ujar Megawaty menambahkan.

    Selain itu, banyak orang sudah tidak khawatir lagi menggunakan cloud. Namun Megawaty mencatat ada satu kendala untuk implementasi cloud di dalam negeri.

    Yakni terkait izin yang diberikan dari pemerintah. Misalnya perbankan mau menggunakan cloud, harus mendapatkan izin dulu dari lembaga terkait.

    “Saya lihat kendalanya dari pemerintah harus lebih mendukung. Kalau si customer kita, terutama perbankan kalau mau coba ke cloud harus izin, minta izin dari BI dari OJK. Biasanya izin cukup agak lama,” kata dia.



    Artikel Selanjutnya


    Internet Hingga Pelosok, Satelit Satria-1 Siap Mengorbit


    High Technology Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.