Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Pandemi Usai, Startup Sepeda Statis PHK Pegawai Satu Pabrik
    Insight News

    Pandemi Usai, Startup Sepeda Statis PHK Pegawai Satu Pabrik

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa14 Juli 2022Updated:14 Juli 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Selama pandemi, sepeda statis buatan Peloton yang terhubung dengan internet laris manis. Namun kini, permintaan yang turun drastis memaksa perusahaan teknologi tersebut untuk melakukan pemutusan hubungan kerja besar-besaran.

    Peloton adalah produsen alat pelatih kebugaran yang dilengkapi dengan teknologi pintar. Produk paling terkenal Peloton adalah sepeda statis yang terhubung dengan internet dan memiliki “pelatih” virtual.

    Selama pandemi, permintaan atas perangkat buatan Peloton melonjak karena penduduk Amerika Serikat tidak bisa pergi ke pusat kebugaran untuk berolahraga. Namun, dibukanya kembali pusat kebugaran seiring pelonggaran pembatasan Covid-19 dan biaya produksi yang melesat karena permasalahan rantai pasok membuat kinerja Peloton terpukul.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Dampaknya, persepsi investor terhadap Peloton juga berubah. Kapitalisasi perusahaan yang masuk bursa pada 2019 tersebut terpangkas hingga tinggal seperempat selama tahun ini.

    Untuk memangkas biaya, menurut Reuters, perusahaan yang berbasis di New York tersebut akan melakukan pemutusan hubungan kerja besar-besaran. Sekitar 570 orang akan terdampak, semuanya adalah pegawai di Tonic Fitness Technology, perusahaan yang bermarkas di Taiwan yang diakuisisi Peloton pada 2019.

    Peloton tidak merespons permintaan komentar dari Reuters. 

    CEO baru Peloton, Barry McCarthy adalah mantan petinggi Netflix. Fokus McCarthy sepanjang tahun ini adalah memangkas biaya dan menggalang modal untuk mendongkrak kinerja.

    Sebagai dampak dari penghentian produksi di Tonic, McCarthy bekerja sama dengan perusahaan lain asal Taiwan yaitu Rexon Industrial. Kini, Rexon adalah produsen utama dari perangkat di seluruh lini produk Peloton.

    Pada Mei, McCarthy sempat memberikan pernyataan bahwa modal Peloton tipis. Sementara itu, stok yang tak terjual dan biaya produksi yang memuncak membuat Peloton rugi besar pada kuartal pertama tahun ini. Namun, Peloton berhasil mengamankan utang senilai US$ 750 juta dari JP Morgan dan Goldman Sach, yang memberikan sinyal positif ke investor.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Ramai-ramai Startup PHK & Tutup, Inikah Penyebabnya?

    (dem)


    High Technology Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.