Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Pandemi Sudah Berakhir, Tapi Kok Trend Main Golf Malah Turun?
    Inspiring You

    Pandemi Sudah Berakhir, Tapi Kok Trend Main Golf Malah Turun?

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman19 Oktober 2023Updated:19 Oktober 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Golf adalah olahraga yang identik dengan kalangan menengah ke atas sehingga memiliki image sebagai olahraga yang ekslusif. Terlebih, salah satu tujuan bermain golf adalah memperluas jaringan relasi bisnis.

    Seiring berjalannya waktu, banyak anak muda, terutama Generasi Z yang mulai melirik salah satu cabang olahraga bola kecil ini. Bahkan, unggahan momen bermain golf bersama teman-teman dan keluarga kerap populer di media sosial.

    Namun, Merchandising General Manager Golf House, Tinneke Agustina, mengungkapkan bahwa sebenarnya tren golf di Indonesia mulai menurun sejak new normal diberlakukan di Tanah Air. Justru, menurut dia, tren golf di Indonesia justru meningkat drastis selama pandemi Covid-19, yakni periode 2020 hingga 2021. Saat itu, golf menjadi olahraga pilihan karena karena menerapkan sistem physical distancing dan dilakukan di luar ruangan.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa pandemi Covid-19 adalah puncak minat anak muda terhadap golf. Tidak hanya laki-laki, perempuan dan anak-anak pun turut masuk ke dalam kelompok yang menyukai golf saat pandemi.

    “Tren golf di Indonesia [pada 2023] menurun dibandingkan saat pandemi Covid-19, yaitu 2020 dan 2021, ya. Saat ini menurun, tetapi masih lebih baik jika dibandingkan dengan 2019,” ujar Tinneke kepada CNBC Indonesia di Damai Indah Golf BSD, Tangerang Selatan, Kamis (19/10/2023).

    “Saat pandemi Covid-19 itu banyak sekali ‘pemain golf Covid-19’ karena mereka juga tidak bisa ke mana-mana. Saat itu, kegiatan yang bisa dilakukan hanya golf karena ini olahraga yang aman, di luar, tenang, terkena paparan matahari, dan physical distancing,” beber Tinneke.

    Menurut Tinneke, salah satu faktor yang menyebabkan penurunan tren golf di Indonesia adalah kembalinya para pekerja ke kantor atau work from office (WFO) sehingga memiliki sedikit waktu untuk bermain golf.

    Meskipun demikian, ia optimis tren golf di Indonesia akan meningkat dalam waktu dekat walaupun tidak signifikan. Tinneke menilai, tren peningkatan golf akan terjadi melalui penjualan baju, sepatu, tas, dan aksesoris golf.

    “Pada tahun depan (2024), tren golf akan sama dengan 2023, tapi yang signifikan nantinya adalah pembelian soft goods atau baju dan sepatu, bag (tas), aksesoris. Itu akan meningkat di tahun depan,” ujar Tinneke.



    Artikel Selanjutnya


    Awas Mendadak Mati Gegara Flu, Cegah dengan Cara Mudah Ini

    (hsy/hsy)


    Innovation True Success
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.