Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Panas Mendidih, Ini Pesan Wajib Baca dari BMKG untuk Warga RI
    Insight News

    Panas Mendidih, Ini Pesan Wajib Baca dari BMKG untuk Warga RI

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa18 Mei 2023Updated:18 Mei 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengomentari fenomena cuaca panas yang melanda Indonesia sejak beberapa waktu terakhir. Menurut lembaga tersebut, musim kemarau akan berlangsung lebih panjang dari akhir Mei hingga September.

    Cuaca yang terasa gerah ini menurut BMKG merupakan siklus yang normal dan terjadi tiap tahun. Penyebabnya adalah terjadinya gerak semu Matahari.

    Siklus tahunan ini berdampak pada wilayah Jawa. Pada bulan April dan Mei, suhunya sedikit naik dan akan memuncak kembali pada Oktober.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Menurun tapi tentunya tidak seperti di wilayah lain seperti di Eropa dan Amerika yang mencapai 20-an derajat [Celcius],” ujar Kepala Pusat Layanan Iklim Terapan BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, dalam program Profit di CNBC Indonesia, beberapa saat lalu.

    Indonesia merupakan negara tropis. Sena menjelaskan temperaturnya akan berada sekitar 30-an derajat celcius dan relatif konstan.

    Mengingat kondisi ini, masyarakat disarankan untuk menyesuaikan aktivitas di luar ruangan. Selain itu, penting untuk menggunakan pelindung diri dari sinar Matahari seperti payung, topi, atau tabir surya.

    Sena juga mengingatkan masyarakat Indonesia tetap waspada. Pasalnya, sekarang merupakan waktu peralihan musim hujan ke kemarau.

    “Tentunya ini juga perlu diantisipasi oleh masyarakat untuk menghadapi kekeringan yang nanti akan terjadi,” tuturnya.

    Wilayah yang berpotensi terdampak kekeringan adalah Indonesia di wilayah bagian selatan khatulistiwa dengan perbedaan cukup jelas antara musim hujan dan kemarau. Mulai dari Jawa-Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan sebagian besar pulau Sumatra dari Riau ke bagian selatan.

    “Berbeda dengan 3 tahun belakangan di mana kita kondisinya cukup basah, karena 3 tahun ke belakang kita mengalami kondisi La Nina.” pungkasnya.




    Mind your business Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.