Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Pakar Ungkap Alasan Bumi Belum Kiamat, Kapan Jadinya?
    Insight News

    Pakar Ungkap Alasan Bumi Belum Kiamat, Kapan Jadinya?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa12 Mei 2023Updated:13 Mei 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Bumi dan 3 planet bagian dalam tata surya, yakni Merkurius, Venus, dan Mars, harusnya sudah bertabrakan satu sama lain. Pasalnya, orbit ketiga planet tersebut kacau.

    Namun, ‘kiamat’ dari tabrakan itu nyatanya belum terjadi. Penelitian yang diterbitkan 3 Mei 2023 lalu di jurnal Physical Review X menjelaskan alasannya.

    Katanya, gerakan ketiga planet dibatasi parameter tertentu yang menjadi penghambat kekacauan sistem, dikutip dari Live Science, Jumat (12/5/2023).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Sebagai informasi, planet melakukan tarik menarik gravitasi satu sama lain yang membuat penyesuaian kecil pada planet. Namun, planet di bagian luar dengan ukuran besar akan lebih tahan pada tarikan kecil, jadi bisa mempertahankan orbit yang relatif stabil.

    Sebelumnya, pada akhir abad ke-19, ahli matematika Henri Poincare juga meneliti soal gerakan dalam lintasan planet tersebut. Menurutnya, secara matematis mustahil memecahkan persamaan pada gerakan tiga atau lebih obyek yang berinteraksi.

    Ini membuat ketidakpastian detil posisi awal dan kecepatan planet membengkak terus-menerus. Artinya ada 2 skenario, yakni keempat planet akan saling bertabrakan atau membelok satu sama lain.

    Pada 1989, Jacques Laskar yang merupakan astronom dan direktur peneliti Pusat Penelitian Ilmiah Nasional dan Observatorium Paris beserta timnya menghitung karakteristik waktu Lyapunov. Ini merupakan sebutan untuk dua lintasan dengan kondisi awal hampir identik untuk menyimpang.

    Hasilnya, Lyapunov perlu waktu 5 juta tahun. “Artinya Anda kehilangan satu digit tiap 10 juta tahun,” ungkapnya kepada Live Science.

    Jadi, jika posisi awal planet 15 meter maka 10 juta tahun kemudian menjadi 150 meter. Sementara pada 100 juta tahun, 9 digitnya hilang dan memberikan ketidakpastian 150 juta km atau jarak antara Bumi dan Matahari.

    Laskar juga melakukan simulasi lintasan planet bagian dalam selama 5 miliar tahun berikutnya. Hasilnya hanya 1% kemungkinan planet bertabrakan. Lebih lanjut, butuh waktu 30 miliar tahun untuk salah satu planet bertabrakan.



    High Technology Insight for you
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.