Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Pakar Temukan Hubungan Mars dengan Petaka di Bumi
    Insight News

    Pakar Temukan Hubungan Mars dengan Petaka di Bumi

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa18 Maret 2024Updated:18 Maret 2024Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Perputaran yang terjadi pada planet Mars ternyata ada hubungannya dengan petaka yang terjadi di Bumi. Kok bisa?

    Dalam siklus kosmik yang terjadi setiap 2,4 juta tahun, tarikan gravitasi Mars menggeser jalur Bumi mengelilingi Matahari. Fenomena ini membuat iklim di Bumi tambah hangat dan meningkatkan sirkulasi di dalam laut.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Hal ini diungkap dalam sebuah studi baru yang diterbitkan di jurnal Nature Communications.

    “Dampak siklus Mars terhadap iklim Bumi mirip dengan efek kupu-kupu,” kata salah satu penulis studi sekaligus ahli geofisika di Universitas Sydney Dietmar Müller, dikutip CNBC dari Smithsonianmag, Senin (18/3/202).

    Dia mengakui Planet Merah terlalu jauh untuk memberikan dampak gravitasi yang sangat besar terhadap dunia manusia. Namun ada begitu banyak catatan yang dapat memperkuat perubahan kecil sekalipun.

    Dengan meneliti catatan sedimen laut selama 65 juta tahun, para peneliti menganalisis sejarah perilaku arus laut di Bumi. Mereka mengambil sampel hampir 300 inti bor, yang mendokumentasikan bagaimana perilaku arus ini dari waktu ke waktu. Pecahnya sedimentasi menunjukkan adanya arus laut dalam yang deras. Sementara itu, sedimentasi yang terus menerus menunjukkan kondisi yang lebih tenang.

    Tim peneliti menemukan kekuatan arus ini bertambah dan berkurang selama siklus 2,4 juta tahun yang dikenal sebagai “siklus besar astronomi”. Mereka kemudian membandingkan fluktuasi ini dengan peristiwa astronomi, para peneliti menemukan hubungan yang tidak terduga di mana setiap siklus terjadi bersamaan dengan catatan interaksi gravitasi antara Bumi dan Mars.

    “Kami terkejut menemukan siklus 2,4 juta tahun ini dalam data sedimen laut dalam kami,” kata Adriana Dutkiewicz, penulis utama studi dan ahli sedimentologi di Universitas Sydney.

    “Hanya ada satu cara untuk menjelaskannya yaitu mereka terkait dengan siklus interaksi Mars dan Bumi yang mengorbit Matahari,” jelasnya lebih lanjut.

    Saat kedua planet memetakan jalur orbitnya, medan gravitasi keduanya berinteraksi dalam proses yang disebut resonansi. Pertukaran kosmik ini mengubah orbit Bumi mengelilingi Matahari, dan membuat seberapa dekat planet ini dengan energi matahari.

    Selama periode dengan paparan radiasi Matahari yang lebih besar, Bumi mengalami iklim yang lebih hangat. Dengan iklim yang lebih hangat ini, jumlah arus laut yang kuat meningkat.

    Para peneliti menggambarkan arus yang juga disebut pusaran air, sebagai “pusaran air raksasa” yang sering kali membentang hingga ke dasar laut jurang dan mengikis area tersebut sehingga menyebabkan akumulasi sedimen dalam jumlah besar di dinding yang mirip tumpukan salju.

    Siklus iklim alami yang disebabkan oleh gravitasi ini memang tidak terikat dengan pemanasan global yang cepat saat ini, yang mana merupakan akibat dari emisi gas rumah kaca yang berlebihan.

    Namun, mempelajari respons pusaran air terhadap iklim yang lebih hangat dalam jangka waktu yang lama dapat memberikan para ilmuwan wawasan penting tentang bagaimana perubahan iklim mempengaruhi sirkulasi laut.

    Jika pemanasan global yang disebabkan oleh aktivitas manusia terus berlanjut seperti saat ini, efek ini akan membuat semua proses lainnya menjadi kerdil dalam jangka waktu yang lama.

    “Tetapi catatan geografis masih memberikan kita wawasan berharga tentang bagaimana lautan beroperasi di dunia yang lebih hangat.” terang Müller.




    High Technology Insight for you
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.