Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Pakai Windows 1992, Perusahaan Ini Selamat Kiamat Blue Screen
    Insight News

    Pakai Windows 1992, Perusahaan Ini Selamat Kiamat Blue Screen

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa23 Juli 2024Updated:24 Juli 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Salah satu maskapai Amerika Serikat (AS) Southwest Airlines tak terdampak gangguan Microsoft yang terjadi minggu lalu. Kabarnya maskapai tersebut selamat karena menggunakan software jadul.

    Beberapa analis industri penerbangan menyebutkan Southwest menggunakan Windows 3.1. Ini merupakan software Windows dari tahun 1992.

    “Kami percaya teknologi lama Southwest membuatnya kebal pada masalah yang dialami maskapai lain hari ini,” kata analis penerbangan, Helane Becker, dikutip dari SF Gate, Selasa (23/7/2024).

    Dari informasi yang disebarkan di media sosial X pada 2022 lalu, Southwest menggunakan platform Windows 95 untuk sebagian besar sistem penjadwalan pilot dan pramugari.

    Juru bicara Southwest Airline mengonfirmasi pihaknya memang tidak terdampak selama pemadaman yang disebabkan oleh Crowdstrike. Ini berbeda dari maskapai lain yang harus berhenti beroperasi pada Jumat pekan lalu, seperti Delta Air Lines, American Airlines, dan United Airlines.

    Juru bicara Bandara San Fransisco mengatakan puluhan penerbangan ditunda hingga ada yang dibatalkan. Sementara bandara Bay Oakland hanya 10 penerbangan yang batal, yakni tujuh milik Spirit Airlines.

    Hingga hari Senin kemarin, para analis mengatakan sejumlah maskapai masih dalam tahap pemulihan. Kemungkinan penundaan dan pembatalan penerbangan masih akan terjadi sepanjang akhir pekan.

    Lumpuhnya layanan Microsoft tidak hanya berdampak pada layanan penerbangan. Namun juga pada layanan kesehatan, sistem pembayaran, dan akses layanan Microsoft itu sendiri.

    Laporan The Guardian mengatakan masalah itu disebabkan oleh CrowdStrike yang merupakan perusahaan keamanan siber. Terjadi malfungsi pada pembaruan salah satu perangkat luna Falcon Sensor.

    “Ini bukan insiden keamanan atau serangan siber. Masalahnya telah diidentifikasi, diisolasi, dan perbaikan telah dilakukan. Kami merujuk pelanggan ke portal dukungan untuk pembaruan terbaru dan akan terus memberikan pembaruan yang lengkap dan berkelanjutan di situs web kami,” kata CEO CrowdStrike, George Kurtz.

    (dem/dem)

    Saksikan video di bawah ini:

    Jurus Pemain Internet Lokal Hadapi Persaingan Bisnis & Operator Ilegal


    High Technology Mind your business
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.