Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Pakai Topi Terbalik Tak Diserang Harimau, Ini Kata Peneliti
    Insight News

    Pakai Topi Terbalik Tak Diserang Harimau, Ini Kata Peneliti

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa1 Maret 2024Updated:1 Maret 2024Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Serangan harimau terjadi di wilayah Lampung Barat dan mengakibatkan dua korban beberapa waktu lalu. Otoritas setempat mengeluarkan imbauan untuk mengenakan topi terbalik.

    Dalam surat edaran tersebut penggunaan topi terbalik atau menghadap ke belakang disarankan karena manusia sebaiknya tak langsung membelakangi harimau.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Benar, itu imbauan (surat edaran) untuk masyarakat. Kami berharap masyarakat bisa mematuhi imbauan yang telah disepakati,” ujar Kapolres Lampung Barat AKBP Riki Widya Muharam, dikutip dari Detikcom, Jumat (1/3/2024).

    Imbauan itu sendiri sebenarnya sudah berulang kali diberikan sejak lama.

    “Kita mengimbau warga untuk ke kebun jangan sendirian. Disarankan untuk warga yang berkebun pakai topi terbalik untuk mengelabui harimau. Karena harimau itu kalau mau nerkam melihat posisi wajah kita, dia serang dari belakang,” ujar Kapolsek Dempo Selatan Pagar Alam, Sumsel, Inspektur Satu Zaldi Jaya.

    Hal serupa juga terjadi di India. Pada 2019 lalu, pejabat divisi kehutanan Nagpur meminta para petani untuk memakai topeng di bagian belakang kepala mereka untuk mencegah kemungkinan serangan harimau yang memasuki wilayah desa Khadka di wilayah Butibori, sekitar 30 km dari pusat kota.

    Harimau itu pertama kali terlihat di dalam Multimodal International Cargo Hub & Airport di Nagpur (MIHAN) pada 15 November 2019.

    “Kami telah membeli 100 topeng wajah dan 50 di antaranya telah didistribusikan kepada para petani dan buruh tani. Strategi serupa diadopsi di Fetri (10 km dari pusat kota) di mana seekor harimau jantan muda tersesat dari hutan Kalmeshwar sebelumnya,” kata wakil konservator hutan (DyCF) Prabhunath Shukla, dikutip dari Times of India.

    Di Sundarbans, Benggala Barat India, ketika konflik manusia dengan hewan mencapai puncaknya, mereka awalnya membuat topeng yang menyerupai wajah manusia untuk dikenakan di belakang kepala karena harimau selalu menyerang dari belakang.

    Pakar satwa liar mengatakan, cara ini hanya berhasil dalam waktu singkat. Namun harimau segera menyadari hal tersebut bahwa itu hanyalah sebuah tipuang dan serangan terus berlanjut.

    Shukla mengatakan, meskipun memakai topeng bukanlah strategi yang ampun untuk menangkal serangan, tapi, ini menjadi salah satu cara untuk mengelabui harimau.

    Cara Menghindar dari Serangan Harimau

    Rahul Shukla, Dewan Penasihat Satwa Liar Uttar Pradesh (selama dua periode) mengungkap punya beberapa cara untuk menghalau serangan harimau.

    Ia mengembangkan prosedur operasi standar (SOP) sederhana untuk mendidik masyarakat India yang tinggal di kawasan yang didominasi hewan liar, tentang cara menghindari serangan harimau.

    Mengutip Downtoearth, hal pertama yang harus diingat oleh setiap petani adalah tidak mengolah lahan sendirian, setidaknya harus ada empat-lima orang di sekitar.

    Penduduk setempat di daerah tersebut harus bergerak secara berkelompok. Mereka harus berbicara dengan suara keras, mengenakan pakaian berwarna-warni dan tetap berada di jalan utama.

    Meraka tidak boleh duduk bersila di area seperti itu. Sebab akan membuat harimau salah mengira orang yang duduk bersila sebagai hewan mangsa kecil. Seperti yang sering terjadi pada serangan terhadap satwa liar, beberapa kali serangan kali terjadi karena kesalahan pengenalan. Ini adalah sesuatu yang harus diingat masyarakat, baik dalam kasus harimau atau bahkan karnivora lain atau herbivora besar.

    Shukla juga menyarankan masyarakat di daerah yang didominasi harimau untuk membawa serta anjing. Seekor anjing dapat mengingatkan manusia tentang keberadaan hewan karnivora.

    “Selain itu, jika terjadi serangan mendadak, harimau akan lebih memilih anjing daripada manusia,” kata Shukla.

    Jika terpaksa harus jalan sendirian dan berpindah-pindah, putar musik keras di radio transistor untuk mengingatkan harimau atau satwa liar berbahaya lainnya di sekitar.

    Shukla juga menyarankan teknik yang juga telah digunakan di hutan bakau Sundarbans yang dihuni harimau di India dan Bangladesh. Seseorang harus mengenakan topeng di bagian belakang kepalanya di wilayah harimau karena hewan tersebut biasanya melancarkan serangan mendadak dari belakang. Memakai masker dapat membuat hewan mengira orang yang sedang menghadapinya.


    High Technology Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.