Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Pabrik Apple di China Setop Produksi, iPhone Makin Langka?
    Insight News

    Pabrik Apple di China Setop Produksi, iPhone Makin Langka?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa13 April 2022Updated:13 April 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Produsen utama iPhone Apple menghentikan operasi karena lockdown di Shanghai.

    Perusahaan teknologi, Pegatron, mengatakan bahwa mereka sementara menghentikan produksi di dua pabriknya di China, dikutip CNBC Indonesia dari BBC, Rabu (13/4/2022).

    Pengumuman itu justru datang ketika otoritas setempat melonggarkan beberapa aturan Covid-19 di Shanghai, pada Selasa (12/4).

    Dalam keterbukaan di bursa saham, Pegatron mengatakan telah menghentikan operasi di pabriknya di Shanghai dan Kunshan sebagai tanggapan atas kebijakan pencegahan Covid-19 dari pemerintah daerah. Perusahaan mengatakan akan bekerja sama dengan pihak berwenang untuk melanjutkan operasi sesegera mungkin.

    Pabrik produsen Apple MacBook, Quanta, dan pembuat iPad, Compal Electronics, juga telah menghentikan aktivitas di China.

    Namun, Pegatron tidak memberikan perincian lebih lanjut ketika dihubungi untuk dimintai komentar oleh BBC. Begitu pula dengan Apple, Quanta dan Compal.

    Seorang analis di perusahaan investasi Wedbush Securities, Dan Ives, memperkirakan lockdown akan berdampak pada produksi iPhone.

    Dia memperkirakan bahwa produksi 3 juta iPhone telah terpengaruh sepanjang bulan ini dan akan ada yang lebih tertekan lagi ke depannya.

    Ives juga mengatakan bahwa produksi 2 juta iPad dan 1 juta MacBook juga kemungkinan akan terpengaruh.

    “Penutupan Pegatron seperti siraman bensin ke api, yang merupakan rantai pasokan untuk Apple dan bagian lain dari ekosistem iPhone,” kata Ives. “Ini memperkuat masalah rantai pasokan untuk iPhone.” imbuhnya.

    Perusahaan Taiwan lainnya, Foxconn, yang juga merakit iPhone untuk Apple, menghentikan operasi di pabriknya di Shenzhen bulan lalu. Mereka mengalihkan produksi ke lokasi lain, sambil melanjutkan operasi di Shenzhen dengan karyawan yang bekerja dalam sistem tertutup.

    Sejak pandemi dimulai pada 2019, China telah memberlakukan lockdown yang memengaruhi jutaan orang di kota-kota besar termasuk Xi’an dan Wuhan.

    Lockdown Shanghai adalah yang terbesar hingga saat ini dan Shanghai merupakan pusat utama industri keuangan, manufaktur, dan rumah bagi pelabuhan terbesar di dunia.

    [Dexpert.co.id]

    (Intan Rakhmayanti Dewi/dem)


    High Technology Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.