Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Ottoke! Riset Ungkap Makin Banyak Warga Korea Ogah Punya Anak
    Inspiring You

    Ottoke! Riset Ungkap Makin Banyak Warga Korea Ogah Punya Anak

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman14 Mei 2024Updated:14 Mei 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Sebuah penelitian pada 2022 mengungkapkan bahwa ada lebih dari 25 persen pasangan di Korea Selatan yang berusia 25 hingga 39 tidak memiliki anak.

    Melansir dari The Korea Herald, penelitian yang dilakukan oleh Korea Labour Institute mengungkapkan bahwa fenomena tersebut terjadi seiring dengan peningkatan rasio DINK pada kalangan anak muda di Korea Selatan. DINK adalah sebutan bagi pasangan berpenghasilan ganda dan tidak memiliki anak.

    Studi tersebut menunjukkan bahwa sebanyak 27,1 persen pasangan pada kelompok usia 25 hingga 39 tahun di Korea Selatan tidak memiliki anak. Angka tersebut naik hampir lima persen daripada 2019, yakni dari 22,2 persen.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Dilaporkan, sebagian besar peningkatan ini diakibatkan oleh meningkatnya jumlah pasangan DINK yang pada 2013 mencakup 21 persen dari demografi tersebut. Angka itu melonjak hingga 36,3 persen pada 2022.

    Berbanding balik dengan DINK, hanya 13,5 persen pasangan muda berpenghasilan tunggal yang tidak memiliki anak pada 2022. Angka tersebut merupakan peningkatan yang relatif moderat jika dibandingkan dengan hasil pada 2013, yakni 12,3 persen.

    Laporan tersebut menunjukkan bahwa sebanyak 71 persen perempuan dari pasangan yang tidak memiliki anak berada dalam angkatan kerja pada 2022, dibandingkan dengan 40,6 persen perempuan dari pasangan yang memiliki anak.

    “Temuan kami menunjukkan bahwa perempuan dari banyak pasangan berhenti melakukan aktivitas keuangan karena kesulitan untuk bekerja dan membesarkan anak,” tulis laporan Korea Labour Institute, dikutip Senin (13/5/2024).

    Para peneliti mencatat, salah satu faktor yang mendorong rendahnya tingkat kesuburan bagi pasangan muda adalah kenaikan harga perumahan. Hal ini dinilai menjadi alasan mengapa Seoul menyumbang persentase tertinggi pasangan muda tanpa anak, yakni sebesar 45,2 persen pada 2022.

    Laporan yang sama mengungkapkan bahwa pasangan yang tidak memiliki rumah sendiri justru mereka yang tidak punya anak cenderung lebih banyak bekerja. Secara rinci, hanya sekitar 34,6 persen pasangan tanpa anak yang memiliki rumah. Sementara itu, 52 persen pasangan yang memiliki anak justru punya rumah.


    Artikel Selanjutnya


    1 dari 4 Wanita Muda Korsel Ternyata ‘Ogah’ Menikah, Kenapa?

    (rns/rns)


    Techno update True Success
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    Video: Jurus Fintech Tekan Angka Kredit Macet

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.