Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Orang Sehat Tak Perlu Vaksin Covid, Kabar Terbaru dari WHO
    Insight News

    Orang Sehat Tak Perlu Vaksin Covid, Kabar Terbaru dari WHO

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa6 April 2023Updated:6 April 2023Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Kelompok Penasihat Strategis Pakar Imunisasi (SAGE) WHO merevisi peta jalan atau road map prioritas penggunaan vaksin Covid-19. Mereka memprioritaskan vaksin Covid untuk orang dengan risiko kematian tinggi dan penyakit parah akibat infeksi SARS-CoV-2.

    Road map baru ini mempertimbangkan efektivitas biaya vaksinasi Covid untuk mereka yang berisiko lebih rendah yaitu anak-anak dan remaja yang seha, dibandingkan dengan intervensi kesehatan lainnya.

    Update baru tersebut juga mencakup rekomendasi yang telah direvisi tentang dosis booster tambahan dan jarak antar-booster. Pengurangan kondisi pasca-Covid oleh vaksin saat ini masih dipertimbangkan, tapi bukti sejauh mana dampaknya belum konsisten.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Diperbarui untuk mencerminkan bahwa sebagian besar populasi telah divaksinasi atau sebelumnya terinfeksi Covid-19, atau keduanya, road map yang direvisi menekankan kembali pentingnya memvaksinasi mereka yang masih berisiko terkena penyakit parah, orang yang lebih tua dan mereka yang memiliki kondisi bawaan, termasuk dengan booster tambahan,” kata Ketua SAGE Hanna Nohynek, dikutip dari laman resmi WHO, Kamis (6/4/2023).

    “Negara-negara harus mempertimbangkan konteks spesifik mereka dalam memutuskan apakah akan terus memvaksinasi kelompok berisiko rendah, seperti anak-anak dan remaja yang sehat, sambil tidak mengorbankan vaksin rutin yang sangat penting untuk kesehatan dan kesejahteraan kelompok usia ini,” imbunya.

    Dalam update tersebut menguraikan tiga kelompok penggunaan prioritas untuk vaksinasi Covid yaitu tinggi, sedang, dan rendah. Kelompok prioritas ini pada prinsipnya didasarkan pada risiko penyakit parah dan kematian, dan mempertimbangkan kinerja vaksin, efektivitas biaya, faktor program, dan penerimaan masyarakat.

    Kelompok prioritas tinggi termasuk orang dewasa yang lebih tua, dewasa muda dengan komorbiditas yang signifikan (misalnya diabetes dan penyakit jantung), orang dengan kondisi immunocompromising (misalnya orang yang hidup dengan HIV dan penerima transplantasi), termasuk anak berusia 6 bulan ke atas, orang hamil dan petugas kesehatan yang berda di garis depan.

    Untuk kelompok prioritas tinggi, SAGE merekomendasikan booster tambahan baik 6 atau 12 bulan setelah dosis terakhir, dengan jangka waktu tergantung pada faktor seperti usia dan kondisi imunokompromis.

    Semua rekomendasi vaksin Covid dibatasi waktu, hanya berlaku untuk skenario epidemiologis saat ini, sehingga rekomendasi booster tambahan tidak boleh dilihat sebagai booster vaksin Covid rutin tahunan. Tujuannya adalah untuk melayani negara-negara yang merencanakan untuk jangka pendek hingga menengah.

    Sementara untuk kelompok prioritas menengah meliputi orang dewasa yang sehat – biasanya di bawah usia 50-60 tahun – tanpa penyakit bawaan dan anak-anak serta remaja dengan penyakit bawaan.

    SAGE merekomendasikan vaksin primer dan dosis booster pertama untuk kelompok prioritas ini. Meskipun booster tambahan aman untuk kelompok ini, SAGE tidak merekomendasikannya secara rutin, mengingat pengembalian kesehatan masyarakat yang relatif rendah.

    Kelompok prioritas rendah meliputi anak-anak dan remaja sehat berusia 6 bulan hingga 17 tahun. Dosis primer dan booster aman serta efektif pada anak-anak dan remaja.

    Namun, mengingat beban penyakit yang ringan, SAGE menyarankan negara-negara yang mempertimbangkan vaksinasi kelompok usia ini untuk mendasarkan keputusan mereka pada faktor-faktor kontekstual, seperti keparahan penyakit, efektivitas biaya, dan prioritas kesehatan atau program lainnya serta biaya.




    Techno for life Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.