Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Orang Kaya Makin Tajir Gegara AI, Warga Was-Was Nganggur
    Insight News

    Orang Kaya Makin Tajir Gegara AI, Warga Was-Was Nganggur

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa20 Juni 2023Updated:21 Juni 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Teknologi kecerdasan buatan (AI) menjadi topik hangat sejak beberapa bulan terakhir. Terlepas dari risiko berbahaya yang dikhawatirkan membuat banyak manusia menganggur, raksasa teknologi tetap berlomba-lomba mengembangkan layanan AI.

    Terbukti, upaya tersebut berbuah cuan besar bagi segelintir pengusaha yang menguasai industri teknologi. Saham Meta (Facebook) dan Nvidia naik hingga tiga digit karena booming teknologi AI.

    Sementara itu, Microsoft, Alphabet (Google), dan Oracle juga memperlihatkan pertumbuhan bisnis yang signifikan.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Pendiri perusahaan-perusahaan tersebut kecipratan kekayaan berkali-kali lipat. CEO Facebook Mark Zuckerberg mengantongi penambahan kekayaan hingga US$ 57 miliar, menurut data Bloomberg Billionaires Index.

    Hal tersebut akibat saham Meta yang naik 134% YoY berkat komitmen perusahaan mengembangkan AI dan melakukan PHK besar-besaran demi efisiensi.

    Sementara itu, pendiri Oracle Larry Ellison untuk pertama kalinya menyalip pendiri Microsoft Bill Gates pada daftar orang terkaya. Kekayaannya naik US$ 47 miliar di 2023 berkat kenaikan saham 55%.

    Gates sendiri mendapat tambahan harta US$ 24 miliar tahun ini karena saham Microsoft juga melonjak. Pasalnya, Microsoft bekerja sama dengan OpenAI, perusahaan yang mengembangkan ChatGPT.

    Pendiri Nvidia Jensen Huang juga mencatat penambahan kekayaan pribadi sebesar US$ 24 miliar. Saham Nvidia melonjak 192% dan menjadikan raksasa pembuat chip AI tersebut masuk dalam jejeran elit ‘perusahaan bernilai US$ 1 triliun’.

    Secara total, orang-orang terkaya mendapat penambahan cuan US$ 150 miliar sepanjang 2023 berkat pengembangan AI, dikutip dari Insider, Selasa (20/6/2023).

    Sementara itu, dampak AI terhadap peningkatan pengangguran di masa depan bagi masyarakat umum masih menjadi perdebatan. Raksasa teknologi berupaya meyakinkan semua orang bahwa teknologi ini membawa lebih banyak manfaat ketimbang mudarat.

    Masyarakat diminta memanfaatkan AI untuk mempermudah pekerjaan mereka sehari-hari. Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk kreatif mencari peluang baru dengan maraknya penerapan AI.



    Artikel Selanjutnya


    Gawat! AI Bisa Bikin Manusia Saling Bunuh? Ini Kata Pakar

    (fab/fab)


    Innovation Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.