Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Orang China Menyerah Kerja di Induk TikTok, Alasannya Bikin Miris
    Insight News

    Orang China Menyerah Kerja di Induk TikTok, Alasannya Bikin Miris

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa6 Mei 2024Updated:6 Mei 2024Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Speanjang 2023, karyawan raksasa teknologi yang bekerja di Baidu, Alibaba, dan Tencent, secara total berjumlah 364.477. Angka itu menurun sekitar 25.000 dari tahun sebelumnya.

    Laporan SCMP menunjukkan, pencarian soal eksodus karyawan di Douyin, media sosial mirip TikTok di bawah naungan ByteDance, menunjukkan hasil yang membludak.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Banyak rekomendasi tawaran untuk para pencari kerja, perubahan karir, dan manajemen karir. Fenomena ini kembali membuktikan industri teknologi tak lagi menjadi lahan ‘seksi’ bagi angkatan pekerja.

    Salah satu contohnya adalah Zoe Du yang sudah bekerja di induk TikTok, ByteDance, selama lebih dari 10 tahun. Ia memutuskan mengundurkan diri pada 2020 lalu.

    Bekerja mati-matian selama 6 hari seminggu nyatanya berdampak buruk bagi kesehatan Du. Ia pernah pingsan di kantor setelah berminggu-minggu bekerja sampai jam 11 malam setiap hari.

    Du merupakan representasi dari ribuan karyawan lain yang akhirnya menyerah dan meninggalkan pekerjaan di industri teknologi. Fenomena ini berbarengan dengan momentum penurunan pertumbuhan bisnis raksasa teknologi.

    Selain itu, badai PHK yang kian kencang menerjang industri teknologi membuat para karyawan ketar-ketir menghadapi masa depan mereka. Tak ada kepastian karir mereka akan stabil.

    Du mengatakan raksasa teknologi China saat ini tak segemerlap beberapa tahun lalu. Ia mengatakan setidaknya 70% dari rekan kerjanya sudah mengundurkan diri dan mencari mimpi lain.

    Pada 2021, Du mendirikan Ziranlu untuk membantu influencer meningkatkan performa digital mereka dan memonetisasi akun mereka.

    Hanya berbekal 8 karyawan, Ziranlu diklaim mampu meraup pendapatan tahunan senilai 10 juta yuan pada tahun lalu. Startup itu juga berhasil menggandeng 150 klien di platform video pendek.

    Du mengatakan pengalamannya di ByteDance memberikan bekal berharga. Salah satunya mengasah keterampilan untuk membaca dan merespons data, trafik web, dan manajemen.

    Wang Sijing yang merupakan mantan product manager Baidu dan startup Ofo memiliki cerita serupa.

    Ia mengatakan pengalamannya bekerja 5 tahun di raksasa teknologi memberikan kemampuan penting untuk kritis terhadap data, serta mengambil keputusan berdasarkan data.

    Setelah berkelana mendirikan startup sendiri, Wang akhirnya kini lebih fokus membuat konten soal tips karir dan tips bekerja sendiri dengan nama ‘PMWang’.

    Menurut Wang, hidupnya kini lebih ringan dan bebas ketimbang dulu ketika masih bekerja di ByteDance.

    “Ketika sedang lelah, saya akan berikan diri saya libur selama sehari atau dua hari, pergi liburan, lebih dekat dengan alam, atau sekadar meditasi,” ia menjelaskan.

    Raksasa internet China terkenal dengan budaya kerja gila-gilaan yang dijuluki ‘996’. Artinya, bekerja dari jam 9 pagi sampai jam 9 malam selama 6 hari dalam seminggu.

    Kini banyak perusahaan yang sudah lebih fleksibel dalam hal waktu kerja, setelah mendapat banyak kritikan. Namun, beberapa karyawan di industri teknologi seperti ByteDance dan Tencent mengaku masih sering lembur dan kadang menghadapi tenggat di akhir pekan.



    Smart your life Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.