Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Omset Situs Streaming Ilegal Rp 19 Triliun Setahun
    Insight News

    Omset Situs Streaming Ilegal Rp 19 Triliun Setahun

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa9 Maret 2022Updated:9 Maret 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Layanan streaming ilegal memang sangat menjamur di dunia, termasuk di Indonesia. Misalnya seperti LK21, Dunia 21 dan IndoXXI.

    Platform-platform itu nyatanya sulit diberantas, mungkin karena para pelakunya berusaha untuk tetap hadir karena omset yang didapatkan sangat besar.

    Dalam sebuah laporan di laman White Bullet, dikutip Rabu (9/3/2022), menyebutkan pendapatan iklan tahunan untuk layanan tersebut sebesar US$1,34 miliar atau Rp 19,2 triliun. Salah satu web teratas menawarkan konten curian yang menghasilkan pendapatan iklan tahunan global sebesar US$1,08 miliar (Rp 15,5 triliun).

    Penyelidikan juga menemukan lima besar situs web ini menghasilkan rata-rata US$18,3 juta (Rp 263 miliar) dari iklan. Mereka juga mengubah domain dan mengarahkan ulang untuk menghindari penegakan hukum serta tidak terblokir dari daftar iklan.

    Nama-nama besar seperti Amazon, Facebook, dan Google merupakan perusahaan yang ditemukan beriklan di situs ‘berbahaya itu. Perusahaan tersebut tercatat menyumbang 73% dari seluruh iklan merek utama yang muncul pada aplikasi pembajakan saat penelitian tahun lalu.

    Ini terjadi bahkan saat penjahat menawarkan iklan berisiko yang membuat konsumen bisa terkena penipuan dan malware.

    Merugikan Konsumen dan insan perfilman

    Perlu diingat pula untuk tidak menjadi konsumen dari layanan streaming ilegal tersebut. Sebab banyak kerugian yang akan didapatkan. 

    Misalnya saja ancaman dari segi peretasan dan pencurian data. White Bullet melaporkan iklan pada layanan streaming ilegal juga memiliki risiko tinggi.

    Laman tersebut menuliskan telah meninjau 664 miliar tayangan iklan. Mereka menemukan kira-kira satu dari tiga situs web dan aplikasi pembajakan memiliki iklan dengan risiko dapat membuat konsumen mengalami penipuan dan terinfeksi malware.

    Federal Trade Commision (FTC) juga mengatakan terdapat risiko terkena malware saat mengakses streaming ilegal. Mulai dari mencuri informasi kartu kredit dan menjual kepada peretas lain di pasar gelap.

    Pencurian log-in kredensial situs belanja atau rekening bank hingga dapat mencuri uang juga menjadi risiko berikutnya. “Bahaya lainnya streaming ilegal adalah penyusup bisa menggunakan komputer korban untuk tindakan kejahatan,” tulis Consumer Education Specialist FTC, Alvaro Puig.

    Kerugian lain dari mengakses streaming ilegal adalah merugikan kreator karena pelanggaran hak cipta. Para pembuat film tidak bisa mendapatkan pendapatan dari layanan tersebut padahal membuatnya butuh biaya besar.

    [Dexpert.co.id]

    (npb/roy)


    Teknologi Informasi Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.