Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»OJK Ungkap Modus Penipuan Online Terbaru, Awas Rekening Bobol
    Insight News

    OJK Ungkap Modus Penipuan Online Terbaru, Awas Rekening Bobol

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa12 Juni 2024Updated:13 Juni 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Waspada terhadap modus penipuan yang menyasar sektor keuangan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta warga agar tidak terbuai pancingan penipu, sebab saldo rekening bisa ludes dibobol maling jika tak hati-hati.

    OJK mengatakan beberapa modus penipuan baru di era teknologi memanfaatkan layanan peminjaman online (pinjol) ilegal.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Salah satu tandanya adalah rekening tiba-tiba ditransfer sejumlah uang dari layanan pinjol. Hal ini perlu diwaspadai ketika Anda tak pernah mengajukan pinjaman.

    “Penipu akan menelpon minta dikembalikan uang yang salah transfer tersebut. Padahal, hitungannya menjadi utang korban dengan bunga yang berat,” kata Anggota Dewan Komisioner (ADK) merangkap Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Perlindungan OJK Frederica Widyasari Dewi, dalam RDK OJK beberapa saat lalu.

    Selain modus penipuan lewat pinjol, Frederica juga menyorot soal penipuan lewat tawaran pekerjaan. Biasanya, pekerjaan itu akan sangat menarik sehingga korban mudah tergiur.

    Selanjutnya, penipu meminta korban mengirim uang deposit dalam jumlah tertentu. Uang deposit itu dikatakan sebagai salah satu syarat.

    Ketika duit ditransfer, penipu lantas kabur. Tak ada lagi kejelasan soal tawaran pekerjaan yang diberikan di awal.

    Penipuan OTP Kartu Kredit

    Penipuan lainnya yang menyasar sektor keuangan adalah melalui otentikasi kartu kredit. Saat nomor kartu kredit dipegang penipu, maka mereka akan menyamar sebagai pihak berwenang untuk mendapatkan otentikasi tersebut.

    Padahal, otentikasi atau OTP kartu kredit sifatnya sangat konfidensial dan privat.

    Frederica mengimbau agar masyarakat terus waspada. Jangan pernah menyerahkan data diri, sekalipun penipu mengaku sebagai petugas bank.

    “Kalau petugas bank nggak akan meminta OTP kalau bukan kita yang menghubungi bank tersebut,” ujarnya.

    “Jangan gugup, misal saat tidur atau mau meeting jadi nggak fokus. Kalau menggunakan jasa keuangan ilegal, bisa saja penipu bobol data masyarakat,” ia menjelaskan.

    Modus penipuan permintaan OTP kartu kredit ini marak dilancarkan di dalam maupun luar negeri. Ingat selalu bahwa OTP adalah sesuati yang tidak boleh dibagikan ke orang lain.

    Semoga informasi ini membantu!




    Innovation Mind your business
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.