Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Ojek Online AirAsia Digaji, Driver Gojek-Grab Minat Pindah?
    Insight News

    Ojek Online AirAsia Digaji, Driver Gojek-Grab Minat Pindah?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa8 Agustus 2022Updated:8 Agustus 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – AirAsia menawarkan pekerjaan penuh waktu dengan gaji bulanan minimum RM 3.000 atau sekitar Rp 10 juta untuk pengemudi atau driver taksi dan ojek online di Malaysia.

    Para driver juga akan mendapatkan keuntungan lain. Berupa rekening tabungan Employee Providence Fund (EPF) atau jaminan hari tua dan Social Security Organizations (Sosco) atau jaminan kecelakaan kerja. Mereka juga dapat asuransi kesehatan, cuti tahunan hingga tunjangan perjalanan.

    Lalu bagaimana dengan driver di Indonesia? Apakah mereka tertarik dengan sistem seperti ini?


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Sebelum membahas lebih jauh, perlu diketahui sistem saat ini yang berlaku di Indonesia, pengemudi taksi dan ojek online bersifat kemitraan, bukan karyawan tetap.

    Sistem mitra ini berdasarkan bagi hasil dari setiap order pembayaran yang diterima oleh driver dari pengorder, baik itu layanan ride-hailing, kiriman barang, kurir service, maupun layanan antar makanan.

    Ketua Presidium Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) Igun Wicaksono, mengatakan, tak menutup kemungkinan, jika di Indonesia tawaran seperti yang AirAsia berikan berlaku, banyak driver yang tertarik bergabung ke perusahaan aplikasi yang menerapkan sistem upah atau gaji.

    “Ini akan menjadi hal menarik untuk sebagian teman-teman driver,” kata Igun kepada CNBC Indonesia, Senin (8/8/2022).

    Jika dengan sistem mitra seperti sekarang, lanjut dia, pendapatan yang didapat driver naik turun. Apalagi, saat dihantam pandemi.

    “Pendapatan sangat drop sekali, sedangkan mereka tidak memiliki penghasilan dari pemberi kerja atau dari perusahaan aplikasinya,” jelas Igun.

    Kesejahteraan driver

    Menjadi karyawan tetap bagi para driver juga bisa menjadi alternatif baru. Tinggal bagaimana mereka menentukan dan memilih mau bergabung di aplikasi yang menerapkan sistem gaji atau aplikasi yang menerapkan sistem bagi hasil.

    Namun menurutnya, setiap opsi akan mengandung sebuah konsekuensi yang hanya perusahaan aplikasi sendiri yang menentukan.

    “Apabila mereka menerapkan sistem gaji pastinya mereka dibilang tenaga kerja, tenaga kerja formal, karena menerima upah dari pemberi kerja,” ungkapnya.

    Kendati demikian, baik menerapkan sistem gaji atau sebagai mitra, ia berharap kesejahteraan driver menjadi perhatian utama para penyedia layanan.

    “Baik yang bergaji maupun tidak bergaji, pihak aplikasi ini memperhatikan jaminan sosial bagi rekan-rekan driver,” pungkasnya.

    [Dexpert.co.id]

    (dem)


    Mind your business Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.