Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Obesitas saat Hamil Tingkatkan Risiko Keguguran, Hati-Hati!
    Inspiring You

    Obesitas saat Hamil Tingkatkan Risiko Keguguran, Hati-Hati!

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman4 Juli 2023Updated:4 Juli 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Berat badan yang bertambah selama masa kehamilan adalah hal normal karena pertumbuhan janin dan perubahan hormon. Bahkan, ibu hamil disarankan untuk mengonsumsi banyak makanan yang bergizi dan seimbang untuk kesehatan ibu dan janin.

    Meskipun demikian, berat badan tetap harus dikontrol agar tidak terjadi obesitas. Obesitas saat hamil adalah hal yang sangat berbahaya karena bisa menyebabkan sejumlah masalah kesehatan di masa kehamilan.

    Ada sejumlah faktor yang memicu terjadinya obesitas, yaitu porsi makan tidak seimbang, kurang aktivitas fisik, dan stres berlebihan.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Berikut bahaya obesitas saat masa kehamilan, dikutip dari laman resmi Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI), Selasa (4/7/2023).

    1. Preeklamsia

    Preeklamsia adalah kondisi pada ibu hamil yang ditandai dengan tekanan darah tinggi dan kelebihan protein dalam urine. Tekanan darah tinggi pada masa kehamilan sangat berbahaya bagi bumil dan janin.

    Menurut Kemenkes, preeklamsia bisa membawa potensi penyakit lain, seperti kerusakan ginjal dan hati, kram kaki dan tangan, hingga stroke.

    2. Sleep Apnea

    Sleep apnea adalah kondisi saat pernapasan terganggu dan putus-putus saat tidur. Gejala yang sering kali dianggap sebagai mendengkur biasa ini harus diwaspadai karena dapat mengganggu sirkulasi oksigen ke dalam tubuh. Aliran oksigen yang terganggu mampu menimbulkan risiko bagi ibu dan janin.

    3. Diabetes

    Selama masa kehamilan, plasenta menghasilkan HPL dan estrogen sehingga tubuh menjadi kebal insulin. Akibatnya, kadar gula bertambah sehingga bisa terjadi diabetes gestasional atau penyakit diabetes yang berlangsung pada masa kehamilan.

    “Hal ini sangat rawan membuat persalinan menjadi harus dilakukan secara caesar,” tulis Kemenkes.

    4. Keguguran

    Risiko terburuk yang dapat muncul akibat obesitas adalah keguguran. Kemenkes menyebutkan, keguguran akibat obesitas sangat mungkin terjadi karena tubuh tidak berfungsi secara maksimal dalam penyerapan dan mendistribusikan nutrisi.

    Lantas, bagaimana cara mengatasi obesitas saat hamil?

    Menurut Kemenkes, ibu hamil diwajibkan untuk menjaga asupan kalori dengan menyeimbangkan asupan nutrisi dan pola makan serta perhatikan komposisi makan dan camilan. Selain itu, ibu hamil juga wajib untuk rutin memeriksakan diri ke dokter kandungan.

    Lalu, ibu hamil juga dianjurkan untuk mulai melakukan aktivitas fisik ringan, seperti berjalan kaki pada pagi atau sore hari dan menjaga pikiran agar tetap positif.



    Artikel Selanjutnya


    Alert! Separuh Populasi Dunia di Ambang Obesitas, Kok Bisa?

    (hsy/hsy)


    Innovation Never Give Up
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.