Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Obat Covid Ditarik, Tak Manjur Lawan Omicron XBB.1.5 Kraken
    Insight News

    Obat Covid Ditarik, Tak Manjur Lawan Omicron XBB.1.5 Kraken

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa29 Januari 2023Updated:29 Januari 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Badan pengawas obat Amerika Serikat (FDA) menarik sebuah obat Covid dari pasaran. Obat bernama Evusheld dinilai tak mampu membendung penularan varian baru virus Corona yang super menular.

    Langkah dari FDA membuat Centers for Disease Control and Prevention (CDC) atau Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat mengimbau agar orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah mengambil tindakan preventif untuk menghindari Covid-19 subvarian Omicron.

    Melansir CNBC International, CDC mengungkapkan tindakan pencegahan ini termasuk mengenakan masker berkualitas tinggi dan menjaga jarak sosial jika tidak memungkinkan untuk menghindari ruangan yang ramai.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    FDA menarik otorisasi Evusheld, pada Kamis (26/1/2023) waktu setempat. Evusheld sendiri merupakan suntikan antibodi kombinasi yang diambil oleh orang dengan sistem kekebalan yang lemah sebagai lapisan perlindungan tambahan untuk mencegah infeksi Covid.

    “FDA menarik Evusheld karena tidak efektif melawan 95% subvarian omicron yang beredar di AS. Ini termasuk subvarian XBB yang sekarang menyebabkan 64% kasus baru, serta keluarga BQ yang bertanggung jawab atas 31% infeksi yang dilaporkan,” tulis laporan dalam CNBC International, dikutip Minggu (29/1/2023).

    Namun begitu, sebagian besar masyarakat AS telah kembali pada rutinitas biasa sehari-hari setelah kasus infeksi Covid-19 berangsur turun di negara itu. Tetap, orang dengan sistem kekebalan yang lemah tetap berisiko lebih tinggi terkena penyakit parah karena mereka tidak memiliki respons kekebalan yang kuat terhadap vaksin.

    Sehingga CDC mengungkapkan, penting bagi orang dengan kekebalan lemah untuk mendapatkan vaksin Covid beserta booster-nya untuk menangkal penyakit penyerta jika terinfeksi Covid-19.

    “Jika Anda memiliki sistem kekebalan yang lemah dan mengalami gejala Covid, Anda harus menjalani tes sesegera mungkin dan menerima pengobatan dengan antivirus dalam lima hingga tujuh hari,” jelas CDC.

    Masyarakat dengan kekebalan lemah tersebut termasuk orang dengan sistem kekebalan yang lemah termasuk pasien kanker yang menjalani kemoterapi, pasien transplantasi organ yang minum obat untuk transplantasi, dan orang dengan infeksi HIV lanjut, dan mereka yang lahir dengan defisiensi imun.

    Selain itu CDC mengungkapkan, tindakan preventif tersebut juga perlu dilakukan oleh 7 juta orang dewasa di AS yang memiliki kondisi seperti kanker, yang mengganggu sistem kekebalan tubuh mereka.

    [Dexpert.co.id]



    Artikel Selanjutnya


    Virus Kraken Mudah Menular, WHO: Awas Gelombang Baru Covid

    (dem)


    High Technology Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.