Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Ngeri! Kasus DBD RI ‘Ngegas’ 88 Ribu, Kematian Terbanyak di Bandung
    Inspiring You

    Ngeri! Kasus DBD RI ‘Ngegas’ 88 Ribu, Kematian Terbanyak di Bandung

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman1 Mei 2024Updated:1 Mei 2024Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Kasus demam berdarah dengue (DBD) di RI mengalami peningkatan. Bahkan menurut data Kementerian Kesehatan RI, kasus mencapai 88.593 sepanjang 2024.

    Ini merupakan peningkatan tiga kali lipat dibanding 2023 lalu. Di mana kala itu, Kemenkes mencatat kasus berjumlah 28.579.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Ini karena Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan (gerakan) 3M (Menguras, Menutup dan Mengubur) yang tidak optimal dilakukan,” kata Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi saat dihubungi CNBC Indonesia, Rabu (1/5/2024).

    “Selain faktor manusia faktor lingkungan dan vektornya dalam hal ini nyamuk, yang juga siklus kehidupan dipengaruhi situasi alam,” tambahnya.

    “Artinya dengan ada El Nino, pergeseran musim pancaroba dan curah hujan, iklim berubah, pasti siklus nyamuk terjadi. Sehingga lebih pendek siklus dari larva menjadi nyamuk dewasa. Jadi makin cepat perkembangan nyamuk,” jelasnya.

    Secara rinci, dari 88.000 kasus tersebut, sudah terdapat 621 kematian. Kota dan Kabupaten Bandung memimpin jumlah kasus terbanyak plus kematian tertinggi.

    Lima kota /kabupaten kasus tertinggi antara lain, Kota Bandung 3468 kasus, Kabupaten Tangerang 2540 kasus,⁠ ⁠⁠Kota Bogor 1944 kasus, Kota Kendari 1659 kasus lalu Kabupaten Bandung Barat 1576 kasus. Sementara lima kota/kabupaten kematian tertinggi yakni Kabupaten Bandung 29 kematian, Kabupaten Jepara 21 kematian, Kota Bekasi 19 kematian, Kabupaten Subang 18 kematian dan Kabupaten Kendal 17 Kematian.

    “Deteksi dini untuk mengenali penyakit di daerah sekitar pasien yang pos DBD dapat dilakukan, intervensi juga,” jelas Siti Nadia lagi mengenai upaya menekan kasus.

    “Dorongan pemerintah dan Dinkes harus ada tapi tanggungjawab individu setiap org untuk menjaga, jangan ada potensi sarang nyamuk dan memberantas jentik nyamuk itu jadi tanggung jawab masing-masing,” tambahnya.

    “Karena tidak mungkin mungkin petugas atau kader untuk mengawasi semua rumah tangga. Sama seperti penggunaan masker saat Covid. Harus kesadaran dari masing-masing juga untuk sama-sama mencegah peningkatan kasus DBD,” tegasnya.

    Sementara itu, mengutip data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) DI 2023, kasus DBD secara global telah meningkat tajam selama dua dekade terakhir. Sehingga menimbulkan tantangan kesehatan masyarakat yang besar.

    Dari tahun 2000 hingga 2019, tangan PBB itu mendokumentasikan peningkatan sepuluh kali lipat kasus yang dilaporkan di seluruh dunia, dari 500.000 menjadi 5,2 juta. Tahun 2019 menandai puncak yang belum pernah terjadi sebelumnya, dengan kasus-kasus yang dilaporkan menyebar di 129 negara.

    Setelah terjadi sedikit penurunan kasus antara tahun 2020-2022 akibat pandemi Covid-19, tingkat pelaporan melonjak di 2023 secara global. Ditandai dengan peningkatan signifikan dalam jumlah, skala, dan peningkatan kasus secara simultan.



    Artikel Selanjutnya


    Nih! Kabar Terbaru Soal Penghapusan Kelas 1, 2, 3 BPJS Kesehatan

    (sef/sef)


    Inspirasi Sukses Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    Video: Jurus Fintech Tekan Angka Kredit Macet

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.