Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Negara Afrika Ini Jual Koin Kripto Nasional, Sedih Ga Laku
    Insight News

    Negara Afrika Ini Jual Koin Kripto Nasional, Sedih Ga Laku

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa27 Juli 2022Updated:27 Juli 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Penjualan aset kripto nasional Republik Afrika Tengah, koin Sango, sepi pembeli. Dari penawaran US$ 21 juta, hanya US$ 1,09 juta yang laku terjual.

    Afrika Tengah, salah satu negara paling miskin di dunia, adalah negara Afrika pertama yang menjadikan Bitcoin alat tukar yang diakui negara pada April. Langkah ini menuai kritik dari banyak ahli industri kripto dan mengundang peringatan dari IMF.

    Pemerintah Afrika Tengah percaya bahwa proyek koin digital bisa mendongkrak status negara mereka, berambisi mendulang sekitar US$ 1 miliar dalam setahun ke depan lewat penjualan Sango Coin.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Namun, peluncuran Sango Coin di tengah pasar kripto yang sedang amburadul terbukti bukan merupakan langkah yang tepat. Penjualan yang tadinya menerapkan pembelian minimum US$ 500, berubah menjadi pembelian minimum US$ 100 beberapa hari sebelum momen peluncuran.

    Sekitar 24 jam setelah peluncuran, hanya sekitar 5% dari total koin yang ditawarkan terjual. Artinya, pemerintah Afrika Tengah hanya berhasil menggalang US$ 1,09 juta dari penawaran US$ 21 juta.

    “Proyek kripto yang tidak habis terjual pada saat peluncuran perdananya adalah pertanda buruk,” kata Josehp Edwards dari perusahaan investasi kripto Solrise kepada Reuters, dikutip pada Rabu (27/7/2022).

    Pemerintah Afrika Tengah belum memberikan detail tentang langkah selanjutnya setelah Sango Coin diluncurkan, termasuk bursa tempat aset kripto tersebut akan diperdagangkan dan rencana penggunaan hasil penjualan koin.

    Investor yang membeli Sango Coin memiliki aset tersebut dengan menukarnya dengan Bitcoin atau USDT. “Sango didukung dengan potensi sumber daya alam,” kata Michel Muna, warga Kamerun yang sehari-hari mengelola bisnis impor makanan dan minuman. 

    Pernyataan Muna mengacu kepada rencana Afrika Tengah untuk membuat token kripto dengan fondasi nilai kekayaan mineral mereka.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Sah! Negara Afrika Ini Akui Bitcoin, Jadi yang ke-2 di Dunia

    (dem)


    Innovation Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.