Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Nasib Tragis Kapal Pesiar Mewah Milik Saddam Hussein di Irak
    Inspiring You

    Nasib Tragis Kapal Pesiar Mewah Milik Saddam Hussein di Irak

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman30 Maret 2023Updated:31 Maret 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Tenggelam di sebuah sungai di Irak selatan, bangkai kapal pesiar milik Saddam Hussein menjadi daya tarik tersendiri. Kapal itu menjadi pengingat nyata akan pemerintahan yang diklaim bertangan besi dan berakhir dengan invasi pimpinan AS dua dekade lalu.

    Menjulang setinggi 121 meter, kapal yang diberi nama Al-Mansur itu merupakan simbol kekayaan dan kekuasaan Saddam yang dibangun pada 1980-an. Saat ini kapal itu menjadi tujuan wisata. Terkadang, nelayan menaiki kapal karam itu untuk beristirahat dan minum teh.

    “Saat dimiliki oleh Saddam Hussein, tidak ada yang bisa mendekati kapal ini,” kata nelayan Hussein Sabahi, yang senang menikmati secangkir teh di atas kapal karam, dikutip dari CNN Internasional.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT




    Foto: Gambar udara ini menunjukkan lambung terbalik (kiri) Al Mansur (Victorious), kapal pesiar pribadi mantan diktator Irak Saddam Hussein, di jalur air Shatt al-Arab, di kota selatan Irak Basra, pada 28 Februari 2023. (AP/Nabil al-Jurani)




    Gambar udara ini menunjukkan lambung terbalik (kiri) Al Mansur (Victorious), kapal pesiar pribadi mantan diktator Irak Saddam Hussein, di jalur air Shatt al-Arab, di kota selatan Irak Basra, pada 28 Februari 2023. (REUTERS/STRINGER)Foto: Gambar udara ini menunjukkan lambung terbalik (kiri) Al Mansur (Victorious), kapal pesiar pribadi mantan diktator Irak Saddam Hussein, di jalur air Shatt al-Arab, di kota selatan Irak Basra, pada 28 Februari 2023. (REUTERS/STRINGER)

    Konon, Saddam sendiri yang memesan kapal pesiar itu meski dia tidak pernah menaikinya. Kapal ini sedianya meninggalkan Umm Qasr untuk menuju Basra. Kapal pesiar itu diamankan beberapa minggu setelah invasi di Irak berlangsung pada 20 Maret 2003.

    Pasukan pimpinan AS menjadikan kapal ini sebagai sasaran empuk, kemudian Al Mansur terbalik di jalur air Shatt al-Arab.

    Dalam kekacauan setelah kejatuhan Saddam, kapal pesiar itu dijarah. Segala sesuatu mulai dari lampu gantung dan furnitur hingga bagian struktur logamnya dicuri.

    Kapal tersebut mampu menampung hingga 200 tamu dan dilengkapi dengan helipad. Pejabat AS memperkirakan pada 2003 Saddam dan keluarganya mungkin telah mengumpulkan hingga USD 40 miliar dana haram.

    Kapal mewahnya yang lain telah diubah menjadi hotel di Basra. Meskipun beberapa orang Irak mengatakan bangkai kapal itu harus dilestarikan, pemerintah belum mengalokasikan dana untuk memulihkannya.

    “Kapal pesiar ini seperti permata berharga, seperti mahakarya langka yang Anda simpan di rumah,” kata Zahi Moussa, seorang kapten angkatan laut yang bekerja di kementerian transportasi Irak.

    “Kami merasa sedih karena kapan ini kondisinya seperti ini,” paparnya.

     

    (hsy/hsy)


    Innovation Inspirasi Sukses
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.