Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Nasib Thailand Mirip RI, Kena Tipu Janji Manis Elon Musk
    Insight News

    Nasib Thailand Mirip RI, Kena Tipu Janji Manis Elon Musk

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa22 Agustus 2024Updated:22 Agustus 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Perusahaan mobil listrik milik Elon Musk, Tesla, batal membangun pabrik di Thailand. Nasib Negara Gajah Putih itu mirip dengan Indonesia.

    Tesla mengganti strateginya dan memprioritaskan perluasan jaringan pengisian daya (charging) untuk EV. Ini dilakukan setelah diskusi antara Tesla dengan pemerintah setempat pada November 2023.

    Sebelumnya, pembicaraan menyarankan investasi Tesla senilai US$5 miliar untuk membangun fasilitas pabrik di Thailand.

    Namun akhirnya Tesla memprioritaskan pengembangan infrastruktur charging dibandingkan manufaktur lokal, demikian dikutip dari Gizmochina, Kamis (22/8/2024).

    Tesla diketahui lebih memilih membangun fasilitas produksi di China, Amerika Serikat (AS), dan Jerman. Di negara berkembang, perusahaan berinvestasi untuk infrastruktur pengisian daya.

    Sementara itu, Tesla diketahui telah menunjukkan niatnya berinvestasi di Indonesia sejak akhir 2020. Namun niatan itu tak pernah terwujud.

    Pada 2021, terdengar kabar investasi Tesla ke Indonesia batal. Perusahaan lebih memilih India untuk berinvestasi.

    Kabar tersebut seakan dibantah setahun kemudian. “Tadi pagi saya ditelepon dari Amerika, Tesla bilang dia mau bikin deal sama kita,” kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menkom Marves), Luhut Binsar Pandjaitan pada Maret 2022.

    Luhut juga mengungkapkan kekesalan pada Musk yang seakan bermain tarik ulur dengan Indonesia. Sebab perusahaan telah berkomunikasi selama dua tahun dan ternyata hanya bualan belaka.

    “Semua mau mendikte. Saya bilang: hey you can not do this, saya bilang sama dia: Today is different. Kita harus sama. Saya bilang kamu nggak bisa begitu lagi. ‘This country is not banana republic’. ‘This country is a great country’,” kata Luhut.

    Namun hingga 2023, Tesla juga tak kunjung masuk ke Indonesia dan memilih membuka kantor di Malaysia. Negara Jiran juga mengizinkan Tesla mengimpor produknya, selain akan membuka showroom, pusat servis dan jaringan supercharger.

    Meski demikian, Luhut tetap optimistis Tesla akan masuk berinvestasi. Namun tahun 2024 bukan Tesla, melainkan perusahaan layanan internet berbasis satelit Starlink yang beroperasi di Indonesia.

    Starlink bisa masuk ke Indonesia hanya dengan investasi senilai miliaran rupiah dan pegawai beberapa orang.

    (dem/dem)

    Saksikan video di bawah ini:

    Menkominfo Bicara Aturan Data Center Hingga Efek Masuknya Starlink





    Next Article



    Starlink Masuk Tanpa Investasi Apa-Apa, Ini Jawaban Elon Musk



    Insight for you Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.