Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Nasib Blokir TikTok Dipercepat, Ini Jadwalnya
    Insight News

    Nasib Blokir TikTok Dipercepat, Ini Jadwalnya

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa29 Mei 2024Updated:29 Mei 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Penentuan nasib TikTok di Amerika Serikat (AS) akan dipercepat. Mereka diminta menyerahkan pengarahan hukum pada 20 Juni 2024 mendatang.

    Sebelumnya, dilaporkan sekelompok kreator TikTok mengajukan gugatan untuk memblokir Undang-Undang (UU) yang dapat melarang aplikasi yang digunakan oleh 170 juta orang Amerika.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Mereka mengatakan bahwa aturan itu memiliki “efek mendalam pada kehidupan warga AS” setelah TikTok, dan perusahaan induk ByteDance mengajukan gugatan serupa, demikian dikutip dari Reuters, Rabu (29/5/2024).

    Berdasarkan jadwal pengadilan banding, kreator TikTok dan ByteDance harus mengajukan pengarahan hukum pada 20 Juni dan Departemen Kehakiman pada 26 Juli, dengan pengarahan balasan yang dijadwalkan pada 15 Agustus.

    TikTok mengatakan bahwa dengan jadwal jalur cepat, pihaknya yakin masalah hukum yang sedang menimpa mereka dapat diselesaikan tanpa perlu meminta bantuan darurat.

    TikTok dan Departemen Kehakiman telah meminta keputusan pada 6 Desember untuk mencari peninjauan dari Mahkamah Agung jika diperlukan.

    Awalnya, Undang-Undang yang ditandatangani oleh Presiden Joe Biden pada 24 April itu memberi ByteDance waktu hingga 19 Januari untuk menjual TikTok atau akan diblokir di AS.

    Gedung Putih mengatakan ingin melihat kepemilikan berbasis China berakhir dengan alasan keamanan nasional, tetapi bukan larangan terhadap TikTok.

    Undang-Undang melarang toko aplikasi seperti Apple dan Google menyediakan layanan TikTok, kecuali ByteDance divestasi TikTok.

    Didorong oleh kekhawatiran di antara anggota parlemen AS bahwa Cina dapat mengakses data tentang orang Amerika atau memata-matai mereka dengan aplikasi tersebut. Langkah untuk menjegal TikTok itu kemudian disahkan secara luar biasa di Kongres hanya beberapa minggu setelah diperkenalkan.




    High Technology Insight for you
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.