Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»NASA Temukan Benda Mirip Kentang di Luar Angkasa, Begini Wujudnya
    Insight News

    NASA Temukan Benda Mirip Kentang di Luar Angkasa, Begini Wujudnya

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa17 Mei 2024Updated:17 Mei 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – NASA menangkap objek misterius di dekat bintik merah (red spot) raksasa Planet Jupiter. Benda tersebut tertangkap kamera awak luar angkasa Juno.

    Setelah diamati lebih dekat, benda tersebut ternyata merupakan Bulan yang mengorbit di dekat Jupiter.

    Bulan berukuran kecil tersebut bernama ‘Amalthea’. Astronaut mengatakan Amalthea merupakan objek paling merah di sistem tata surya.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Hal itu membuatnya susah terlihat karena terletak beririsan dengan bintik merah Jupiter dan memiliki ukuran kecil.

    Lebarnya sekitar 100 mil dan berbentuk seperti kentang. Sebab, Bulan itu tak memiliki massa yang cukup untuk menciptakan bentuk yang lebih simetris.

    Ilmuwan menilai warna merah pada Amalthea terbentuk dari sulfur bulan ‘Io’ yang letaknya berdekatan. Bulan tersebut diselimuti lelehan (volcano) yang aktif.

    Wujud Amalthea yang dirilis NASA pekan ini dijepret ketika awak luar angkasa Juno melintas pada ketinggian 165.000 mil di atas awan Jupiter pada Maret lalu.

    Juno memiliki komponen JunoCam yang dirancang untuk mengambil foto jarak dekat di sekitar Jupiter. Selain itu, data JunoCam juga bisa diakses publik.

    Tim ilmuwan mengizinkan masyarakat untuk memproses hasil jepretan JunoCam. Selain itu, diadakan polling untuk menentukan apa yang harus difokuskan JunoCam selanjutnya.

    Juno telah mengorbit di sekitar Jupiter selama 7 tahun. Awak tersebut bertugas mempelajari asal mula dan evolusi Jupiter, mengamati inti planet, serta mengukur unsur air dan amonia di atmosfernya.

    Amalthea merupakan satu dari 95 Bulan di Jupiter yang telah ditemukan. Amalthea pertama kali dideteksi oleh Emerson Barnard pada 1892 silam.

    Sekitar 25 tahun lalu, para ilmuwan bisa melihat Bulan kecil tersebut dengan bantuan awak Galileo milik NASA.

    Amalthea berada di dalam orbit Io, yakni Bulan raksasa terdekat dengan Jupiter. Saking dekatnya dengan Jupiter, Amalthea hanya butuh waktu setengah hari Bumi untuk mengelilingi Jupiter.



    Mind your business Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.