Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»NASA Sebut China Kuasai Bulan, Joe Biden Ketar-Ketir
    Insight News

    NASA Sebut China Kuasai Bulan, Joe Biden Ketar-Ketir

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa31 Agustus 2023Updated:31 Agustus 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Tak cuma persaingan dagang, China dan Amerika Serikat (AS) juga kompetitif dalam hal mendominasi luar angkasa. Beberapa saat lalu, administrator NASA Bill Nelson mewanti-wanti pemerintah AS soal kemungkinan China akan menguasai penelitian di Bulan.

    Nelson adalah mantan astronaut dan senator Florida. Ia mengemukakan kekhawatirannya soal China yang dicurigai akan mendominasi sumber daya melimpah di area Bulan.

    Ia mengatakan dalam dua tahun ke depan, akan terlihat siapa ‘pemenang’ dalam penelitian Bulan. Meski demikian, Nelson tak menyebut soal India yang kini tengah melakukan eksplorasi di kutub selatan Bulan untuk mencari sumber daya air.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Ini fakta, kita berada di perlombaan menguasai antariksa,” kata Nelson, dikutip dari TheGuardian, Kamis (31/8/2023).

    “Kita harus hati-hati dan memastikan China tak memiliki tempat di Bulan untuk penelitian. Bukan tak mungkin jika itu terjadi, mereka [China] bisa meminta kita [AS] keluar dari teritori mereka,” kata dia.

    Tahun lalu, program luar angkasa China mendirikan stasiun luar angkasa yang mengorbit Bumi dan telah melakukan beberapa misi yang mengorbit Bulan. China juga sudah mengambil sampel.

    Tahap ketiga dari program ini adalah membangun stasiun penelitian Bulan otonom di dekat kutub selatan satelit tersebut. Misi ini dijadwalkan pada tahun 2025.

    Kendati demikian, sejatinya China sudah lebih dulu disalip India lewat Chandrayaan-3. Pesawat India itu menjadi yang pertama mendarat di kutub selatan Bulan.

    Sementara itu, NASA telah menyelesaikan misi 26 hari bernama Artemis I yang menangkap permukaan Bulan. Di masa depan, misinya adalah melakukan aktivitas lebih banyak di Bulan. Kendati demikian, fokus NASA juga terbelah untuk eksplorasi Mars.

    “Bukan tak mungkin China bisa menyalip kita. Progres mereka sudah sangat cepat,” kata Nina Armago, Letjen Angkatan Luar Angkasa AS.


    Artikel Selanjutnya


    China Blokir Chip AS, Biden Siap Lempar ‘Bom’ ke Xi Jinping

    (fab/fab)


    Hitech for better life Insight for you
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.