Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»NASA Buka-Bukaan Tanda Kiamat, Cek Faktanya
    Insight News

    NASA Buka-Bukaan Tanda Kiamat, Cek Faktanya

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa23 Juli 2023Updated:23 Juli 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Badan Penerbagan dan Antariksa Amerika Serikat ( NASA) menyebut kemungkinan fenomena terbitnya matahari dari sebelah barat memang bisa terjadi. Di mana fenomena ini dipercayai sebagai salah satu tanda-tanda hari kiamat.

    Apalagi, sebelumnya sempat heboh beredar di media sosial, yakni sebuah unggahan di Facebook yang menyebutkan matahari akan terbit dari barat. Dalam sebuah unggahan berbahasa Thailand yang viral di Facebook sejak 14 Januari 2021, NASA menuliskan Matahari akan terbit dari barat yang disebabkan oleh perputaran Bumi ke arah berlawanan.

    Bahkan, unggahan foto dan narasi soal Matahari terbit dari barat di Facebook itu telah dibagikan lebih dari 15.000 kali.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “NASA mengonfirmasi kemungkinan matahari terbit dari barat. Bumi berputar ke arah berlawanan yang menyebabkan matahari terbit dari sisi barat!!,” tulis teks tersebut yang dilansir dari AFP, dikutip Minggu (23/7/2023).

    Hal itu dijelaskan bahwa beberapa peneliti percaya saat ini pergerakan bumi menuju arah yang berlawanan akibat medan magnet.

    NASA pun buka suara terkait sebuah klaim yang menyebut matahari terbit dari barat. Lembaga itu menyebut tidak pernah mengeluarkan prediksi soal klaim tersebut.

    “Baik NASA maupun organisasi ilmiah lain tidak ada yang memprediksi matahari akan terbit dari barat,” kata Associate Administrator for Communications NASA Bettina Inclan.

    Dia menyebut fenomena pembalikan magnet memang benar terjadi dan nyata, bahkan sejumlah ilmuwan pernah mempelajarinya. Fenomena tersebut terdapat di planet tetangga Bumi, Venus, yang melakukan rotasi dengan berputar ke belakang.

    Sementara itu, lama Venus berotasi cukup lama yakni 243 hari dan waktu planet itu untuk mengitari Matahari setara dengan 225 hari di Bumi. Ini membuat Matahari akan terlihat di permukaan di Venus hanya sebanyak dua kali selama setahun atau satu kali dalam 117 hari.



    Artikel Selanjutnya


    Tanda Kiamat? NASA Ungkap Fakta Matahari Terbit dari Barat

    (fab/fab)


    Smart your life Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.