Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»NASA Buka-Bukaan Harta Karun Berharga dari Antariksa
    Insight News

    NASA Buka-Bukaan Harta Karun Berharga dari Antariksa

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa23 Januari 2024Updated:23 Januari 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – NASA memamerkan sisa sampel asteroid yang dibawa dari antariksa. Ini berasal dari asteroid Bennu yang baru ditambang dan dibawa pulang tahun lalu. 

    Sisa sampel itu terungkap setelah mereka berhasil membuka kepala TAGSAM (Touch-and-Go Sample Acquisition Mechanism) dari kapal OSIRIS-REx bulan lalu, dikutip dari Gizmodo, Selasa (23/1/2024).

    Namun pekerjaannya belum selesai. Ada beberapa langkah lagi sebelum akhirnya memisahkan sampel-sampel tersebut.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Tim kurasi akan melepaskan kerah logam bundar dan memindahkan sisa sampel dari kepala TAGSAM ke dalam tempat yang lebih kecil. Baki akan difoto dan akhirnya ditimbang, dikemas, dan disimpan di Johson Space Center NASA di wilayah Houston, Texas.

    Nantinya sampel akan ditentukan beratnya. Dengan begitu NASA bisa mengungkapkan jumlah pasti material tersebut.

    Hingga sekarang diperkirakan beratnya mencapai 250 gram atau lebih dari target 60 gram. Sampel terdiri dari batu dan debu.

    Misi OSIRIS-REX diluncurkan pada September 2016 lalu. Baru dua tahun kemudian pesawat sampai ke Bennu pada Desember 2018.

    Pesawat menangkap potongan asteroid kecil pada 2020. Mei 2021, OSIRIS-REx baru berjalan pulang ke Bumi.

    Sampel yang dibawa dijatuhkan di gurun Utah pada September lalu. Namun NASA kesulitan membuka kepala tempat sampel untuk mengambilnya.

    Rencananya NASA akan menyimpan 70% sampel yang didapatkan dan ditempatkan di Johnson Space Center. Mereka akan melakukan penelitian di masa depan dengan menggunakan sampel tersebut.

    Sementara sisa sampel akan ditampilkan pada publik di Smithsonian Institution, Space Center Houston, dan Universitas Arizona.

    Bennu diyakini terpisah dari asteroid yang mengandung kaya karbon. Dengan menganalisa sampel itu diharapkan para peneliti dapat mengetahui asal-usul tata surya.



    Artikel Selanjutnya


    Ahli Prediksi Tanggal Bumi Dihantam Asteroid Raksasa

    (npb/npb)


    Hitech for better life Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.