Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»NASA Bawa Serpihan ‘Alien’ Raksasa, Sudah Tiba di Bumi
    Insight News

    NASA Bawa Serpihan ‘Alien’ Raksasa, Sudah Tiba di Bumi

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa25 September 2023Updated:25 September 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Sampel asteroid pertama NASA yang diambil dari luar angkasa sudah sampai di Bumi. Serpihan ‘alien’ itu diterjunkan ke gurun Utah pada Minggu (24/9).

    Tim NASA dan Angkatan Udara AS berhasil menemukan kapsul ruang angkasa berisi sampel asteroid Bennu yang diambil oleh pesawat luar angkasa OSIRIS-REx milik badan tersebut pada tahun 2020. Misi tersebut menandai pertama kalinya NASA mengambil sampel asteroid.

    Saat terbang melintasi Bumi, pesawat ruang angkasa Osiris-Rex melepaskan kapsul sampel dari jarak 100.000 kilometer.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Kita sudah mendarat!” Operasi Pemulihan Misi mengumumkan.

    Para pejabat kemudian mengatakan parasut bergaris oranye itu terbuka empat kali lebih tinggi dari yang diperkirakan sekitar 6.100 meter berdasarkan pada tingkat perlambatan.

    Saat mendarat, kapsul tersebut masih utuh dan tidak pecah, sehingga sampel berusia 4,5 miliar tahun tetap bebas kontaminasi, demikian dikutip dari AP, Senin (25/9/2023).

    Dalam waktu dua jam setelah mendarat, kapsul tersebut berada di dalam ruang bersih sementara di Tempat Uji dan Pelatihan Utah Departemen Pertahanan. Ia diangkat ke sana dengan helikopter.

    Tabung sampel yang tersegel akan diterbangkan ke Johnson Space Center NASA di Houston. Di sana, tabung tersebut akan dibuka di laboratorium baru yang dirancang khusus. Bangunan tersebut telah menampung ratusan kilogram batuan bulan yang dikumpulkan oleh astronaut Apollo.

    “Kami tidak sabar untuk memecahkannya. Bagi saya, ilmu pengetahuan yang sebenarnya baru saja dimulai,” kata ilmuwan utama misi tersebut, Dante Lauretta dari Universitas Arizona.

    Lori Glaze, direktur divisi sains planet NASA, menambahkan benda tersebut akan menjadi harta karun untuk analisis ilmiah selama bertahun-tahun yang akan datang.



    Artikel Selanjutnya


    NASA Simulasi ‘Kiamat’ Lokal, Bumi Cuma Punya Waktu 30 Menit

    (dem)


    High Technology Mind your business
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.