Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»NASA Bakar Duit Puluhan Triliun, Terancam Gagal Jajah Bulan
    Insight News

    NASA Bakar Duit Puluhan Triliun, Terancam Gagal Jajah Bulan

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa30 Agustus 2024Updated:1 September 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – NASA berencana mengembangkan proyek baru bernama Mobile Launcher 2 (ML-2). Struktur tersebut diproyeksikan akan lebih garang untuk merakit, memroses, dan meluncurkan roket dan pesawat Orion di Sistem Peluncuran Antariksa (SLS).  

    Kantor Inspektur Jenderal (OIG) yang bertugas mengawasi dan mengaudit lembaga-lembaga federal di Amerika Serikat (AS) mengatakan biaya dan jadwal pengembangan proyek ini tidak ‘sustainable’, meski NASA telah berupaya melakukan beberapa perbaikan.

    Awalnya, OIG melaporkan kontrak ML-2 diberikan kepada Bechtel National Inc pada Juni 2019 senilai US$383 juta (Rp 5,9 triliun). Pengirimannya diharapkan pada Maret 2023. Sayangnya, rencana tersebut tidak berjalan sesuai jadwal.

    Pada Agustus 2022, nilai kontrak telah membengkak menjadi lebih dari US$1 miliar (Rp 15,4 triliun) dengan jadwal pengiriman ditetapkan pada Mei 2026.

    Lantas, perubahan jadwal kembali terjadi. Pada Desember 2023, proyek ML-2 diperkirakan menelan biaya US$1,5 miliar (Rp 23 triliun) dengan pengiriman pada November 2026.

    Juni lalu, NASA menetapkan Badan Komitmen Dasar (ABC) untuk ML-2 dengan biaya sebesar US$1,8 miliar (Rp 27 triliun) dan tanggal pengiriman September 2027.

    Namun, OIG berpendapat biaya masih bisa meningkat dan pengiriman akan makin tertunda karena banyaknya pekerjaan konstruksi yang masih harus diselesaikan.

    “Proyeksi kami menunjukkan total biaya dapat mencapai US$2,7 miliar (Rp 41,7 triliun) pada saat Bechtel mengirimkan ML-2 ke NASA,” tulis mereka, dikutip dari The Register, Kamis (29/8/2024).

    “Bagaimana dengan pengirimannya? Kami memperkirakan ML-2 tidak akan siap untuk mendukung peluncuran hingga musim semi 2029,” kata mereka.

    Hal ini mengacaukan rencana NASA yang telah dipublikasikan untuk jadwal peluncuran Artemis yang tampak makin ambisius seiring berjalannya waktu.

    Artemis IV, sebuah misi ke stasiun luar angkasa Lunar Gateway, akan diluncurkan pada tahun 2028 dan membutuhkan ML-2.

    Hal ini mungkin terjadi jika ML-2 selesai dibangun pada November 2026. Keterlambatan jadwal yang cukup besar mengubah peluncuran Artemis IV tahun 2028 dari yang tadinya tidak mungkin menjadi mustahil terjadi.

    (fab/fab)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Indosat Resmikan AI Experience Center Pertama di Indonesia




    Next Article



    Bumi Gelap Gulita Terlihat dari Antariksa, NASA Ungkap Faktanya



    High Technology Innovation
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.