Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»NASA Bagikan Wujud Matahari dari Dekat, Ada Penampakan Tak Terduga
    Insight News

    NASA Bagikan Wujud Matahari dari Dekat, Ada Penampakan Tak Terduga

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa6 Mei 2024Updated:6 Mei 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Lembaga Antariksa Eropa, Solar Orbiter, mengamati pola kebiasaan di atmosver luar Matahari. Lapisan luar atau korona Matahari merupakan lanskap yang dinamis dengan beberapa tekstur menarik, mulai dari ‘lumut’ hingga ‘hujan’.

    Video terbaru yang diluncurkan Solar Orbiter dan NASA menunjukkan penampakan jarak dekat korona Matahari yang sedang aktif.

    Sebelumnya, erupsi dahsyat yang merilis banyak partikel ke sistem Tata Surya tertangkap dalam sebuah video. Pada September tahun lalu, Solar orbiter juga mendeteksi erupsi yang lebih kecil, disertai lumut dan hujan pada korona.

    Semua detilnya baru dirilis dalam sebuah video singkat, dikuitp dari IFLScience, Senin (6/5/2024).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Lingkaran korona dengan erupsi dan lumut yang bergejolak menciptakan efek lain, yakni hujan korona. Suhu lingkaran ini sangat tinggi, sekitar 1 juta derajat celcius.

    Beberapa plasma mendingin dan berkat gravitasi kembali turun dalam gumpalan gelap dengan kepadatan tinggi yang menyebabkan hujan.

    Suhunya masih panas, tetapi jauh lebih drendah, sekitar 10.000 derajat celcius.

    Solar Orbiter mengambil video korona Matahari dari jarak dekat pada 27 September 2023. Beberapa hari setelahnya, pada 7 Oktober 2023, pengamatan mencapai jarak terdekat dari Matahari, yakni 43 juta km.

    Jarak itu kurang dari satu per tiga jarak Bumi ke Matahari. Pada hari yang sama, pengamat Matahari milik NASA, Parker, berada di jarak 7,26 juta km dari Matahari.

    Jadi, dua lembaga tersebut bekerja sama untuk melakukan pengamatan dan pengukuran. Bersama, akhirnya NASA dan Solar Orbiter berhasil mendeteksi data penting tentang Matahari dan caranya bekerja.




    Techno for life Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.