Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»NASA Bagikan Wujud Jilatan Matahari Dahsyat, Ini Dampaknya ke Bumi
    Insight News

    NASA Bagikan Wujud Jilatan Matahari Dahsyat, Ini Dampaknya ke Bumi

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa13 Mei 2024Updated:13 Mei 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Matahari memancarkan jilatan api yang dahsyat, puncaknya pada pukul 12.26 ET pada hari Minggu (12/5) kemarin. Pengamat Matahari NASA, Solar Dynamics Observatory, berhasil menangkap peristiwa penting tersebut melalui satelit.

    Tampak semburan api yang kencang dan mengeluarkan energi luar biasa di sekitar Matahari. Jilatan api dan erupsi Matahari ini bisa berdampak pada jaringan radio, listrik, sinyal nagivasi, hingga berisiko pada awak luar angkasa dan astronaut, dikutip dari laman resmi NASA.

    Jilatan api ini diklasifikasikan sebagai X1.0. Kategori level X menggambarkan intensitas jilatan yang dahsyat. Sementara itu, nomor di belakangnya memberikan informasi terkait tingkat kekuatannya.

    Jilatan api Matahari dipicu bintik yang berada di permukaan Matahari yang telah membesar dalam beberapa hari terakhir. Bahkan, digadang-gadang menjadi salah satu bintik Matahari terbesar dan teraktif yang terlihat dalam siklus Matahari.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Fenomena sebesar ini pernah terjadi sebelumnya pada 1859 dan dinamakan sebagai Peristiwa Carrington. Bintik matahari tersebut telah melepaskan suar matahari kelas X yang memicu pemadaman radio di Bumi.

    Dampak Jilatan Matahari ke Bumi

    Jilatan Matahari yang kuat seperti yang diamati NASA dapat menyebabkan pemadaman radio gelombang pendek di sisi Bumi yang disinari Matahari pada saat letusan terjadi.

    Oleh karena itu, suar X pada waktu pagi dua hari lalu menyebabkan pemadaman radio gelombang pendek di seluruh Eropa dan Afrika.

    Pemadaman radio ini disebabkan oleh kuatnya pancaran sinar-X dan radiasi ultraviolet yang dipancarkan selama letusan.

    Radiasi tersebut bergerak menuju Bumi dengan kecepatan cahaya dan mengionisasi atau memberikan muatan listrik ke bagian atas atmosfer Bumi.

    Sebagai catatan, sinar-X yang mengionisasi ini tidak sama dengan lontaran massa korona (CME), yaitu lontaran plasma dan medan magnet dari matahari yang bergerak dengan kecepatan yang lebih lambat, dan sering kali memerlukan waktu beberapa hari untuk sampai ke Bumi.


    High Technology Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.