Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Mycoplasma Pneumonia tidak Berbahaya, Ini Penjelasan Dokter
    Inspiring You

    Mycoplasma Pneumonia tidak Berbahaya, Ini Penjelasan Dokter

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman6 Desember 2023Updated:6 Desember 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) melaporkan bahwa hingga saat ini terdapat enam total kasus terkonfirmasi mycoplasma pneumonia yang diidentifikasi sejak Oktober hingga November 2023.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Meskipun demikian, Kemenkes RI meminta masyarakat untuk tidak panik karena seluruh pasien terkonfirmasi telah sembuh. Selain itu, mycoplasma pneumonia bukanlah bakteri baru sehingga tidak perlu dikhawatirkan.

    Direktur Jenderal (Dirjen) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes RI, dr. Maxi Rein Rondonuwu, mengungkapkan bahwa mycoplasma pneumonia adalah jenis bakteri yang sudah ada sejak lama, bahkan sebelum kasus Covid-19 merebak pada akhir 2019 lalu.

    “Sebelum Covid-19 itu incidence-nya 8,5 persen. Jadi, penyakit ini sudah lama ada. Cuma, memang di China itu sedang naik,” papar dr. Maxi. dalam konferensi pers daring, Rabu (6/12/2023).

    Lebih lanjut, dokter spesialis anak di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Dr. dr. Nastiti Kaswandani, mengatakan bahwa mycoplasma pneumonia memiliki tingkat keparahan yang sangat rendah.

    “Dibandingkan dengan Covid-19, influenza, atau virus pneumonia lai, seperti pneumokokus, itu keparahannya pneumonia akibat mycoplasma ini jauh lebih rendah sehingga tidak perlu ada kepanikan berlebihan di masyarakat,” papar dr. Nastiti dalam kesempatan yang sama.

    dr. Nastiti menjelaskan, gejala mycoplasma pneumonia umumnya jarang disadari sehingga sering disebut sebagai “walking pneumonia”. Sebab, pneumonia akibat bakteri mycoplasma tidak mengganggu aktivitas normal anak-anak dan dapat diobati dengan sistem rawat jalan.

    “Tidak ada yang anaknya harus diinfus, dirawat di rumah sakit, pakai oksigen. Menunjukkan anak cukup baik kondisi klinisnya sehingga dia masih bisa beraktivitas seperti biasa,” jelas dr. Nastiti.

    “Tata laksananya bisa rawat jalan dan pemberian obat secara diminum,” lanjutnya.

    Selain itu, dr. Nastiti juga mengungkapkan bahwa angka kematian akibat mycoplasma pneumonia relatif rendah, yakni hanya 0,5 sampai 2 persen. Adapun, kasus kematian akibat bakteri ini hanya dialami oleh pasien dengan penyakit komorbid.

    “Mycoplasma pneumoniae ini masuk ke golongan yang atipik. Atipik berarti tidak khas gejalanya sampai timbul sesak dan dirawat, gejalanya lebih ringan. Sebetulnya memang pneumonia karena mycoplasma ini lebih ringan dibandingkan pneumonia yang kita kenal,” papar dr. Nastiti.

    Sebagai informasi, beberapa waktu belakangan ini, masyarakat dihebohkan oleh peningkatan kasus pneumonia ‘misterius’ di China yang diduga disebabkan oleh bakteri mycoplasma pneumonia.

    Berdasarkan laporan media lokal China, kasus mycoplasma pneumonia memang sudah meningkat sejak Mei 2023 lalu dengan tiga per empat pasien didiagnosis sebagai infeksi mycoplasma.



    Artikel Selanjutnya


    Wabah Sesak Napas Muncul di China, Pemerintah Mulai Khawatir

    (Sumber: CNBC.com )


    Selalu Semangat Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    Video: Jurus Fintech Tekan Angka Kredit Macet

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.