Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Mutasi Omicron XBB.1.5. Tak Bikin Sakit Parah
    Insight News

    Mutasi Omicron XBB.1.5. Tak Bikin Sakit Parah

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa12 Januari 2023Updated:12 Januari 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Subvarian omicron XBB.1.5 tidak memiliki mutasi yang diketahui membuat pasien sakit parah saat mereka tertular virus. Ini berdasarkan penilaian risiko Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang diterbitkan Rabu (11/1).

    Namun demikian, WHO mencatat dalam laporan bahwa mereka belum memiliki data dunia tentang bagaimana XBB.1.5 memengaruhi kesehatan pasien. Sehingga saat ini mereka belum bisa menarik kesimpulan apa pun tentang tingkat keparahan subvarian tersebut.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    WHO mengatakan XBB.1.5 adalah salah satu subvarian Covid yang paling lincah menghindari kekebalan dari vaksinasi. Cara dia menghindar sama dengan kekebalan seperti subvarian lain di keluarganya, XBB.1.

    Organisasi kesehatan global itu mengatakan XBB.1.5, saat ini masih menjadi varian dominan di Amerika Serikat. XBB.1.5 dapat menyebabkan peningkatan kasus secara global, tetapi sulit untuk mengetahui secara pasti karena hampir semua data berasal dari AS.

    Organisasi mengatakan perlu lebih banyak data tentang seberapa cepat XBB.1.5 menyebar di negara lain.

    Pimpinan teknis Covid-19 WHO Maria Van Kerkhove, mengatakan bahwa XBB.1.5 adalah subvarian Covid yang paling menular hingga saat ini. Para ilmuwan percaya,penyebaran XBB.1.5 sangat cepat karena ia mengelak dan mengikat lebih erat ke sel manusia, membuatnya lebih menular.

    “Ini adalah subvarian yang paling menular yang telah terdeteksi,” kata Van Kerkhove dalam konferensi pers 4 Januari di Jenewa, dikutip dari CNBC Internasional, Kamis (12/1/2023).

    “Alasan untuk ini adalah mutasi yang ada di dalam subvarian omicron ini yang memungkinkan virus ini menempel pada sel dan bereplikasi dengan mudah,” imbuhnya.

    Di AS, XBB.1.5 adalah satu-satunya subvarian yang menunjukkan pertumbuhan substansial saat ini. Jumlahnya meningkat dari sekitar 2% kasus pada awal Desember menjadi hampir 28% pada minggu pertama Januari, menurut data dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit. Ini menyebabkan lebih dari 70% kasus Covid baru di bagian Timur Laut AS.

    Di satu sisi data soal seberapa ampuh vaksin bertahan melawan XBB.1.5 saat ini masih terbatas, meskipun subvarian tersebut diperkirakan akan menyebabkan lebih banyak terobosan infeksi.

    Studi laboratorium menunjukkan varian lain dalam keluarga XBB telah terbukti mahir menghindari antibodi yang dihasilkan oleh vaksinasi booster omicron.

    Vaksin Pfizer dan Moderna umumnya masih mencegah rawat inap dan kematian. Namun, pejabat kesehatan masyarakat di AS telah menekankan bahwa sangat penting bagi kelompok yang rentan, seperti lansia, untuk tetap mendapatkan booster ulang untuk mencegah dampak infeksi yang lebih parah.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Ini Gejala Covid yang Sering Muncul di Pagi Hari, Bukan Demam

    (mij/mij)


    Mind your business Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.