Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Muncul Gejala Ini? Fix! Anda Kena Covid-19 Omicron ‘Siluman’
    Insight News

    Muncul Gejala Ini? Fix! Anda Kena Covid-19 Omicron ‘Siluman’

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa2 Maret 2022Updated:2 Maret 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Saat ini dunia juga harus dihadapkan dengan kehadiran Covid-19 omicron siluman atau BA.2. Kabarnya subvarian tersebut memiliki gejala yang berbeda dari omicron yang menyebar saat ini.

    Sebuah studi di Inggris mengungkapkan, orang dengan infeksi ini memiliki gejala yang berhubungan dengan usus. Inggris juga melaporkan penyebaran yang cepat terkait BA.2.

    “Kita tahu bahwa virus ini menyebar ke bagian tubuh yang berbeda. Ada kemungkinan omicron atau varian lain menyerang usus. Dan ini tidak akan terlihat di hidung, jadi bisa terkena infeksi usus namun tidak terlihat positif,” ujar profesor studi gejala Covid ZOE, Tim Spector kepada The Sun, dikutip Rabu (2/3/2022).

    Pasien dilaporkan memiliki enam penyakit terkait dengan usus, yakni mual, diare, muntah, sakit perut, mulas, dan kembung.

    Aplikasi Zoe Covid, sebelumnya melaporkan diare menjadi bagian dari gejala Covid-19. Namun gejala itu tergolong sebagai bagian dari kategori ‘kurang terkenal’.

    Berikut ini 14 gejala umum yang dilaporkan terkait omicron siluman:

    1. Keringat malam

    2. Kehilangan nafsu makan

    3. Muntah-muntah

    4. Pingsan

    5. Kabut otak

    6. Ruam kulit

    7. Konjungtivitis

    8. Tenggorokan gatal

    9. Sakit kepala

    10. Kelelahan

    11. Bersin

    12. Nyeri tubuh

    13. Pusing

    14. Pilek

    Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO mengungkapkan BA.2 jauh lebih menular dari BA.1. Namun untuk tingkat keparahan keduanya dilaporkan sama.

    Hal yang sama juga diungkapkan para peneliti di Denmark. Menurut mereka BA.2 1,5 kali lebih menular dibandingkan BA.1, bahkan tetap bisa menginfeksi orang yang sudah divaksinasi.

    Namun bagi mereka yang sudah divaksinasi akan lebih kecil kemungkinan untuk tertular subvarian ini dibandingkan jika tidak divaksinasi.

    [Dexpert.co.id]

    (npb/roy)


    Innovation Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.