Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Muncul Gejala Ini? Cek! Bisa Jadi Kena Covid-19 Varian Baru
    Insight News

    Muncul Gejala Ini? Cek! Bisa Jadi Kena Covid-19 Varian Baru

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa25 Maret 2022Updated:26 Maret 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Dunia kembali dihadapkan dengan kemunculan varian baru yang merupakan gabungan Delta dan omicron atau Deltacron. Lalu apa saja gejalanya?

    Kepada The New York Times, Dr. Etienne Simon-Loriere, ahli virologi di Institut Pasteur di Paris mengatakan tubuh akan sering mengenali varian Deltacron sebagai omicron. Ini berarti gejala yang muncul kemungkinan akan menyerupai varian tersebut.

    Varian omicron sendiri memiliki gejala yang mirip seperti flu. Mulai dari pilek, sakit kepala, sakit tenggorokan, hingga batuk.

    Berikut 14 gejala varian omicron yang bisa menjadi gejala Deltacron, berdasarkan laporan dari Zoe Covid Symptom Study:

    – Pilek

    – Sakit kepala

    – Kelelahan

    – Bersin-bersin

    – Sakit tenggorokan

    – Batuk terus-menerus

    – Suara serak

    – Badan menggigil

    – Demam

    – Pusing

    – Otak terasa berkabut

    – Nyeri otot

    – Kehilangan penciuman (anosmia)

    – Sakit dada

    Deltacron hadir saat omicron menjadi penyumbang utama kenaikan kasus Covid-19 hampir di seluruh bagian dunia. Universitas Johns Hopkins Amerika Serikat (AS) melaporkan ada lebih 600 ribu kasus baru dalam sehari pada rata-rata tujuh hari.

    Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga telah mengonfirmasi kehadiran Deltacron pada Maret 2022. Pimpinan teknis Covid-19 WHO, Maria Van Kerkhove mengonfirmasi kehadiran varian hibrida atau rekombinan Delta dan omicron. Temuan tersebut berasal dari laporan para ilmuwan.

    Maria mengatakan meski tingkat deteksinya masih sangat rendah, banyak negara sedang mengawasi lebih lanjut mengenai hibrida virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19. “Kami belum melihat perubahan apapun dalam epidemiologi, perubahan tingkat keparahan, tetapi beberapa studi tengah dilakukan,” jelasnya.

    Mengutip The Guardian, Deltacron telah ditemukan di Inggris. Pekan lalu, Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UKHSA) menyatakan ada 30 kasus terdeteksi di negara itu.

    USA Today dan Daily Mail dalam laporannya, mengutip WHO menyebutkan Deltacron menyebar di Perancis, Belanda, dan Demark. Kasus serupa juga terdeteksi di AS dengan dua infeksi.

    [Dexpert.co.id]

    (npb/roy)


    Innovation Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.