Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Muncul Gejala Covid-19 Tapi Hasil Antigen Negatif, Kok Bisa?
    Insight News

    Muncul Gejala Covid-19 Tapi Hasil Antigen Negatif, Kok Bisa?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa29 Juli 2022Updated:31 Juli 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Ada banyak kasus saat hasil tes antigen seseorang negatif, padahal sudah terlihat gejala Covid-19. Dalam sebuah konferensi pers beberapa waktu lalu, Kementerian Kesehatan mengungkapkan kemungkinan tes tersebut belum mendeteksi virus.

    Hal tersebut disampaikan oleh Dirjen Pelayanan Kesehatan Abdul Kadir. Dia mengatakan orang terinfeksi virus Corona belum tentu terdeteksi Covid-19 saat hari pertama dan kedua jika tes dilakukan dengan rapid test antigen.

    Untuk itu, jika masyarakat mengalami gejala Covid-19 dan mendapatkan hasil negatif diminta segera melakukan tes PCR (polymerase chain reaction).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Rapid test antigen itu positif atau negatif itu ditentukan oleh tinggi-rendahnya antibodi yang terbentuk dalam tubuh. Kalau kita antibodi yang terbentuk dalam tubuh dalam tinggi, misalnya pada infeksi-infeksi awal hari pertama atau hari kedua itu mungkin negatif, tetapi dengan PCR sudah positif,” jelas Abdul Kadir.

    Saat itu, juru bicara vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengatakan masyarakat tetap melakukan karantina jika hasil negatif. Isolasi mandiri tersebut dilakukan selama lima hari, baru dilakukan tes ulang.

    Ini dilakukan karena kemungkinan seseorang sebenarnya telah terinfeksi virus namun tidak terdeteksi oleh alat tes Covid-19.

    “Kalau hasilnya negatif, harus karantina atau ada masa inkubasi dari virus ini yang mungkin dites itu belum positif. Kita karantina selama lima hari. Di hari kelima, kita lakukan tes kembali,” kata Siti Nadia.

    Siti Nadia juga menjelaskan beberapa gejala Covid-19 khususnya varian omicron. Pada tingkat ringan, pasien akan mengalami batuk, pilek, sakit kepala, dan sakit tenggorokan.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Vaksin Booster Tingkatkan Antibodi Lawan Covid, Ini Buktinya


    Innovation Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.